Latest News
You are here: Home | World | Redam Gejolak Rupiah, BI Pangkas Aturan Pembelian Valas hingga 50%
Redam Gejolak Rupiah, BI Pangkas Aturan Pembelian Valas hingga 50%

Redam Gejolak Rupiah, BI Pangkas Aturan Pembelian Valas hingga 50%

Duniaindustri.com (Mei 2026) — Pemerintah dan Bank Indonesia memperketat aturan pembelian valuta asing (valas) setelah rupiah kembali tertekan hingga mencetak rekor terendah baru terhadap dolar Amerika Serikat. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan batas pembelian tunai valas tanpa dokumen pendukung dipangkas menjadi US$25.000 dari sebelumnya US$50.000.

Kebijakan ini diambil untuk menopang rupiah yang dinilai masih undervalued dan berpotensi menguat. Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri pada Selasa (5/5). Pada hari yang sama, bank sentral juga melakukan intervensi pasar ketika nilai tukar rupiah sempat melemah hingga Rp17.443 per dolar AS.

Ekonom DBS Bank, Radhika Rao, menilai langkah pengetatan ini bertujuan menyaring permintaan dolar agar benar-benar didasari kebutuhan riil, bukan aktivitas spekulatif. Menurutnya, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mempertahankan stabilitas rupiah yang tertekan dalam beberapa waktu terakhir.

Sepanjang tahun berjalan, rupiah tercatat telah melemah sekitar 4% terhadap dolar AS, menjadikannya salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia setelah rupee India dan peso Filipina. Meski demikian, pada Rabu rupiah sempat menguat tipis 0,3% ke level Rp17.380 per dolar AS.

Tekanan terhadap mata uang kawasan juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, termasuk lonjakan harga minyak yang dipicu konflik Iran. Sejumlah bank sentral di Asia, seperti Indonesia, Filipina, dan India, kini menghadapi tekanan untuk menjaga stabilitas mata uang masing-masing.

Sebelumnya, Bank Indonesia telah memperketat aturan valas pada April dengan menurunkan batas pembelian bulanan yang memerlukan dokumen menjadi US$50.000 dari US$100.000, serta menyesuaikan instrumen lindung nilai seperti forward dan swap.

Selain itu, bank sentral juga membuka ruang bagi dealer utama untuk menjual kontrak valas di pasar offshore non-deliverable forward (NDF), serta melanjutkan penerbitan surat berharga guna menarik aliran dana asing. Namun, sejumlah analis menilai langkah tersebut belum tentu cukup untuk membalikkan arah pelemahan rupiah. Kepala riset Asia di Australia & New Zealand Banking Group, Khoon Goh, menyebut penurunan batas transaksi ini juga berkaitan dengan upaya meredam permintaan dolar menjelang musim ibadah haji.

Di sisi lain, pemerintah juga akan memberlakukan aturan baru terkait devisa hasil ekspor (DHE) sektor sumber daya alam mulai 1 Juni. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan ini mewajibkan penempatan devisa di bank dalam negeri, dengan maksimal 50% yang dapat dikonversi ke rupiah, guna menjaga likuiditas valas di dalam negeri.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 321 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 321 database, klik di sini
  • Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”

Atau simak video berikut ini:

Contoh testimoni hasil survei daerah:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top