Latest News
You are here: Home | Agroindustri | Ekspor CPO, Batubara, dan Ferronikel Dikelola Danantara Mulai Awal 2027
Ekspor CPO, Batubara, dan Ferronikel Dikelola Danantara Mulai Awal 2027

Ekspor CPO, Batubara, dan Ferronikel Dikelola Danantara Mulai Awal 2027

Duniaindustri.com (Juni 2026) — Pemerintah pada Jumat (5/6) merilis daftar komoditas yang akan masuk dalam rezim ekspor baru yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu. Daftar tersebut mencakup sebagian besar produk minyak sawit utama, batu bara, serta ferronikel.

Kejelasan aturan ini menjawab pertanyaan pelaku pasar setelah pengumuman reformasi tata kelola ekspor yang sempat memicu gejolak di pasar komoditas. Kebijakan tersebut mengalihkan pengelolaan ekspor sejumlah komoditas strategis kepada perusahaan negara yang baru dibentuk, Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Untuk sektor sawit, aturan mencakup crude palm oil (CPO), refined, bleached and deodorised (RBD) palm oil, olein yang umum digunakan sebagai minyak goreng, minyak jelantah, hingga residu sawit termasuk limbah cair pabrik kelapa sawit ( POME ). Dengan cakupan tersebut, sebagian besar ekspor sawit Indonesia akan berada dalam pengawasan skema baru.

Sementara itu, komoditas batu bara yang masuk aturan meliputi antrasit, batu bara bituminus, lignit baik yang diaglomerasi maupun tidak, serta gambut. Untuk ferroalloy, pemerintah memasukkan ferro-silico-manganese, ferronikel, dan produk dengan kandungan karbon lebih dari 2%.

Pemerintah menyatakan daftar komoditas dapat diperluas melalui keputusan rapat kementerian di masa mendatang. Implementasi penuh kebijakan dijadwalkan berlaku mulai 1 Januari 2027.

Kebijakan ini bertujuan mengurangi praktik under-invoicing atau pelaporan nilai ekspor yang lebih rendah dari nilai transaksi sebenarnya, sekaligus meningkatkan transparansi perdagangan komoditas. Indonesia sendiri merupakan pemasok sekitar separuh kebutuhan minyak sawit dunia dan eksportir batu bara termal terbesar secara global.

Selama masa transisi hingga akhir 2026, eksportir masih dapat melakukan pengiriman seperti biasa. Namun mereka diwajibkan menyampaikan laporan transaksi secara elektronik kepada Danantara Sumberdaya Indonesia.

Setelah kebijakan berlaku penuh, Danantara Sumberdaya akan mengambil alih seluruh rantai proses ekspor, mulai dari penyusunan kontrak, pengiriman barang, hingga penerimaan pembayaran.

Induk perusahaan, Danantara Indonesia, mengungkapkan sedang membangun platform digital untuk menganalisis data transaksi ekspor komoditas sumber daya alam strategis guna mendeteksi potensi under-invoicing.

Menurut Danantara, transaksi yang dinilai wajar akan tetap diproses seperti biasa dan kontrak yang sudah berjalan tetap dapat dilanjutkan selama tidak ditemukan indikasi pelaporan nilai yang tidak sesuai.

Selain itu, setelah masa transisi berakhir, harga komoditas akan ditentukan melalui metodologi standar yang diklaim lebih transparan, mencerminkan transaksi riil, serta menutup celah manipulasi harga dalam perdagangan ekspor.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 321 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 321 database, klik di sini
  • Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”

Atau simak video berikut ini:

Contoh testimoni hasil survei daerah:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top