Duniaindustri.com (Agustus 2026) — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penundaan penerapan pemungutan PPh Pasal 22 melalui marketplace hingga 1 November 2026, menggantikan jadwal semula 1 Agustus 2026. Penundaan itu dilakukan sebagai upaya melindungi daya beli konsumen dan mengantisipasi tekanan inflasi di tengah pertumbuhan ekonomi yang masih lemah.
Pemerintah menunda penerapan pemungutan PPh Pasal 22 melalui marketplace karena kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II 2026 hanya mencapai 5,29 % secara tahunan, lebih rendah dari 5,61 % pada kuartal I, serta indikator lain seperti kepercayaan konsumen dan penjualan ritel masih lemah.
Purbaya menegaskan bahwa kebijakan akan kembali dipertimbangkan ketika indikator-indikator tersebut menunjukkan perbaikan yang signifikan, sehingga beban pajak tidak menggerus daya beli masyarakat. Penundaan ini berarti pelaku e-commerce dan konsumen dapat menghindari tekanan pajak tambahan sementara pemerintah menunggu sinyal pemulihan ekonomi yang lebih kuat.
Penundaan memberikan ruang bagi empat marketplace terpilih – Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli – untuk menyelesaikan penyesuaian sistem, pengujian, dan sosialisasi kepada penjual. Sejak ditunjuk sebagai pemungut, keempat platform telah melakukan persiapan teknis termasuk penyempurnaan proses bisnis dan pelatihan seller, sehingga implementasi nantinya dapat berjalan sesuai aturan. Dengan jadwal baru, penjual online tidak langsung menghadapi pemotongan pajak pada transaksi, yang membantu mempertahankan arus kas dan konsumsi di tengah pertumbuhan ekonomi yang masih lemah.
Namun, ketidakpastian mengenai kapan kebijakan akan kembali berlaku menuntut marketplace untuk tetap menjaga kesiapan operasional, karena penegakan pajak akan diterapkan kembali setelah penunjukan resmi dilakukan kembali.(*/tim redaksi 09/berbagai sumber)
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 328 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 328 database, klik di sini
- Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah:





Dunia Industri Pionir Berita dan Komunitas Industri Indonesia


