Latest News
You are here: Home | Elektronik | Meroket, Pengguna QRIS Tembus 67 Juta Orang, Seperempat Penduduk Indonesia
Meroket, Pengguna QRIS Tembus 67 Juta Orang, Seperempat Penduduk Indonesia

Meroket, Pengguna QRIS Tembus 67 Juta Orang, Seperempat Penduduk Indonesia

Duniaindustri.com (September 2026) — Bank Indonesia mencatat bahwa pada 24-9-2026 jumlah pengguna QRIS mencapai 67 juta orang, setara seperempat penduduk, sekaligus mencatat perlambatan pertumbuhan uang kartal seiring beralihnya transaksi ke pembayaran digital. Pengguna QRIS mencapai 67 juta orang, setara sekitar 1/4 penduduk Indonesia. Transaksi QRIS tumbuh 67,22 % yoy pada periode terakhir.

Pertumbuhan uang kartal melambat karena percepatan adopsi QRIS mengalihkan sebagian signifikan transaksi ke kanal digital. Menurut Kontan, pengguna QRIS kini mencapai 67 juta orang, atau sekitar 25 % dari total penduduk, yang mendorong volume transaksi QRIS naik 67,22 % yoy. Sementara itu, data Bank Indonesia menunjukkan UYD tetap tumbuh 12,88 % yoy menjadi Rp 1,332 triliun, namun laju pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, menandakan permintaan uang tunai berkurang.

Peningkatan transaksi melalui BI-FAST (549 juta transaksi, +37,72 % yoy) dan nilai transaksi Rp 1,346 triliun juga memperkuat pergeseran ke pembayaran elektronik. Akibatnya, meski uang kartal masih tersedia, tekanan pada pertumbuhan fisik uang kertas dan logam menjadi lebih ringan, memaksa Bank Indonesia menyesuaikan kebijakan penyediaan.

Di pasar tradisional, konsumen kini lebih cenderung memilih pembayaran lewat QRIS dibandingkan uang tunai. Pedagang mengamati peningkatan penggunaan QRIS pada transaksi di pasar, sehingga uang tunai kurang dominan dalam kegiatan harian. Kontan menambahkan bahwa meskipun tren ini jelas, pedagang tetap wajib menyediakan opsi pembayaran tunai untuk melayani pembeli yang belum terjangkau jaringan digital. Perubahan preferensi ini mendorong pelaku usaha memperbanyak terminal QRIS dan menyesuaikan sistem kasir, sementara tetap menyimpan persediaan uang tunai untuk mengantisipasi kebutuhan di wilayah dengan sinyal lemah. Dengan demikian, adaptasi teknologi pembayaran digital menjadi faktor utama dalam mengubah kebiasaan belanja tradisional.

Bank Indonesia memastikan pasokan uang tunai tetap memadai di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) meskipun permintaan nasional menurun. Gubernur BI Destry Damayanti, menyatakan bahwa infrastruktur digital masih terbatas di area tersebut, sehingga masyarakat masih sangat bergantung pada uang fisik. Untuk menanggapi hal ini, BI terus mendistribusikan uang kartal ke bank-bank daerah dan memperkuat jaringan logistik, guna menghindari kekosongan likuiditas di daerah yang menghadapi “blank spot” sinyal. Kontan mencatat bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem pembayaran nasional, memastikan semua wilayah dapat melakukan transaksi baik secara digital maupun tunai. Upaya tersebut menegaskan komitmen BI untuk mendukung inklusi keuangan sambil memfasilitasi transisi ke pembayaran non-tunai.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 328 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 328 database, klik di sini
  • Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”

Atau simak video berikut ini:

Contoh testimoni hasil survei daerah:

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top