Latest News
You are here: Home | Makanan & minuman | Produsen Mulai Kerek Harga Jual, Unilever Tidak Mau Ketinggalan
Produsen Mulai Kerek Harga Jual, Unilever Tidak Mau Ketinggalan

Produsen Mulai Kerek Harga Jual, Unilever Tidak Mau Ketinggalan

Duniaindustri.com (Juni 2026) – Produsen dan perusahaan industri mulai mengerek harga jual di tingkat distributor dan ritel menyusul pelemahan kurs rupiah serta tekanan biaya produksi. Dari pantauan tim Duniaindustri.com, produsen di sejumlah sektor industri seperti plastik dan kemasan, oli kendaraan, cat dan kimia, hingga alat elektronik mulai menyesuaikan kenaikan harga 10%-50% akibat pelemahan kurs, lonjakan harga energi, serta peningkatan beban produksi.

Kenaikan tertinggi, menurut pantauan tim Duniaindustri.com, terjadi di sektor plastik dan kemasan serta oli kendaraan. Di sektor plastik dan kemasan, harga jual terkerek naik hingga 50%, demikian juga di oli kendaraan.

Di sisi lain, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memperkirakan kontribusi kenaikan harga produk akan semakin besar pada semester II-2026 seiring meningkatnya tekanan inflasi dan pelemahan nilai tukar rupiah. Meski demikian, perseroan menegaskan akan tetap mempertimbangkan daya beli konsumen dan tingkat persaingan di pasar sebelum melakukan penyesuaian harga.

Manajemen Unilever Indonesia menjelaskan bahwa pada semester pertama tahun ini pertumbuhan bisnis lebih banyak ditopang oleh peningkatan volume penjualan. Namun memasuki paruh kedua tahun, kontribusi dari strategi harga diperkirakan akan menjadi lebih dominan.

“Secara keseluruhan, komposisi pertumbuhan sepanjang tahun akan lebih seimbang, di mana volume menjadi pendorong utama pada semester pertama, sementara kontribusi harga akan menjadi lebih signifikan pada semester kedua,” ujar manajemen dalam paparan kepada media, seperti terlampir dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (9/6).

Perseroan menambahkan bahwa setiap langkah penyesuaian harga akan dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan elastisitas permintaan konsumen serta dinamika kompetisi di industri barang konsumsi cepat saji (FMCG).

Di tengah tekanan pelemahan rupiah, Unilever Indonesia menegaskan fokus utama perusahaan tetap pada upaya mempertahankan pertumbuhan di atas rata-rata pasar sekaligus menjaga volume penjualan dan penetrasi produk.

Manajemen menilai strategi tersebut penting untuk mempertahankan daya saing di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Karena itu, meski kontribusi harga diperkirakan meningkat pada semester kedua, perusahaan tetap berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan volume dan profitabilitas.

Terkait peluang pertumbuhan anorganik, Unilever Indonesia menyatakan terus membuka peluang untuk melakukan akuisisi merek, termasuk merek lokal. Namun hingga saat ini belum ada keputusan untuk melakukan aksi korporasi tersebut dalam jangka pendek.

“Perusahaan akan terus mengeksplorasi setiap peluang untuk melakukan akuisisi merek. Namun saat ini belum terdapat keputusan untuk melakukan akuisisi dalam waktu dekat,” kata manajemen.

Sementara itu, mengenai prospek kinerja tahun 2026, perseroan tidak memberikan target atau panduan keuangan secara spesifik. Kendati demikian, Unilever Indonesia tetap menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan pasar dengan tetap menjaga ekspansi margin secara moderat.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa perusahaan masih optimistis terhadap prospek bisnis FMCG domestik meskipun menghadapi tantangan berupa pelemahan rupiah, tekanan inflasi, dan persaingan yang semakin ketat. Dengan kombinasi strategi pertumbuhan volume, penyesuaian harga yang selektif, serta fokus pada efisiensi operasional, Unilever Indonesia berharap dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sepanjang tahun ini.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 321 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 321 database, klik di sini
  • Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”

Atau simak video berikut ini:

Contoh testimoni hasil survei daerah:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top