Latest News
You are here: Home | World | Menyoroti Pelemahan Mata Uang Garuda hingga Tembus Rp 17.315 per Dollar AS
Menyoroti Pelemahan Mata Uang Garuda hingga Tembus Rp 17.315 per Dollar AS

Menyoroti Pelemahan Mata Uang Garuda hingga Tembus Rp 17.315 per Dollar AS

Duniaindustri.com (April 2026) — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun tajam ke rekor terendah pada sesi perdagangan Kamis, (23/4) pekan lalu. Rupiah tertekan oleh tingginya harga minyak akibat perang Iran serta kekhawatiran berkelanjutan terkait fiskal dan tata kelola yang mendorong investor asing keluar dari negara Asia Tenggara ini.

Nilai tukar rupiah sempat mencapai 17.315 per dolar AS, melorot 0,7% dalam potensi penurunan harian terdalam sejak 9 September 2025. Ketika itu aksi jual menghantam rupiah dipicu oleh pencopotan mendadak Menteri Keuangan berpengaruh Sri Mulyani Indrawati.

Secara umum, mata uang negara-negara berkembang Asia melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina turun ke 60,524 per dolar untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua minggu, dan baht Thailand melemah ke 32,44 per dolar, terendah sejak 8 April. Indikator MSCI untuk mata uang emerging market global turun tipis ke level terendah dalam tujuh sesi.

Negara-negara Asia, terutama importir energi bersih seperti Indonesia, India, Filipina, dan Thailand, terdampak keras oleh perang Iran karena penutupan Selat Hormuz serta ketidakpastian gencatan senjata AS-Iran menjaga harga minyak tetap tinggi dalam periode yang lama.

“Pelemahan tajam rupiah hari ini tampaknya merupakan hasil dari kombinasi tekanan yang terjadi bersamaan: risiko perang yang belum terselesaikan, tekanan harga minyak yang kembali meningkat, kekhawatiran spesifik terkait kedaulatan dan fiskal Indonesia, serta posisi investor asing yang masih rapuh,” ujar Josua Pardede, kepala ekonom Permata Bank.

“Jika pembicaraan antara AS dan Iran benar-benar dimulai kembali dan harga minyak turun secara berkelanjutan, rupiah dapat pulih. Namun jika perdamaian tetap sulit tercapai dan harga energi tetap tinggi, mata uang ini akan tetap menjadi salah satu sarana termudah bagi pasar untuk mengekspresikan kekhawatiran terhadap ekonomi Asia yang bergantung pada impor minyak,” imbuhnya.

Usai Rapat Dewan Gubernur, Rabu kemarin, Bank Indonesia menjanjikan akan mengerahkan segala upaya untuk mempertahankan mata uang yang dinilai “undervalued”. BI juga menyatakan siap menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan guna memberikan dukungan lebih kuat bagi rupiah serta menjaga inflasi tetap terkendali.

Rupiah telah melemah lebih dari 3% sejak perang dimulai pada akhir Februari, menjadikannya mata uang Asia dengan kinerja terburuk kedua tahun ini setelah rupee India.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 321 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 321 database, klik di sini
  • Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”

Atau simak video berikut ini:

Contoh testimoni hasil survei daerah:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top