Duniaindustri.com (September 2026) — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa nilai transaksi aset kripto di Indonesia menurun tajam menjadi Rp 20,52 triliun pada Juli 2026, turun 28,2% secara bulanan. Sementara jumlah akun pengguna meningkat menjadi 22,93 juta, naik 1,03% MoM.
Transaksi derivatif aset keuangan digital Juli 2026: Rp 3,41 triliun, turun 18,52% MoM. Jumlah akun konsumen kripto: 22,93 juta akun, naik 1,03% MoM. Penurunan transaksi itu seiring dengan pelemahan harga Bitcoin pada 7 September 2026: US$ 79.425, turun 0,63% dalam hari itu.
Penurunan nilai transaksi disebabkan oleh konsolidasi pasar yang membuat investor kurang terdorong untuk bertransaksi, sebagaimana dijelaskan Christopher Tahir, co-Founder CryptoWatch. Ia menekankan bahwa meskipun basis pengguna bertambah, tanpa tren harga yang jelas baik naik maupun turun, motivasi jual-beli berkurang.
OJK juga mencatat bahwa dinamika fluktuasi nilai aset kripto berperan dalam penurunan volume, yang selaras dengan pernyataan Adi Budiarso, kepala eksekutif pengawas inovasi teknologi keuangan OJK, bahwa transaksi mengikuti sentimen pasar yang tidak stabil. Dengan kurangnya sinyal arah yang kuat, investor cenderung menahan posisi, sehingga volume transaksi menurun drastis meski basis pengguna terus berkembang.
Penurunan transaksi mengindikasikan melemahnya likuiditas harian, yang dapat meningkatkan volatilitas harga aset digital di pasar domestik. Menurut data OJK, kepercayaan konsumen terhadap ekosistem tetap terjaga, namun penurunan volume memperkecil jumlah order yang dapat menggerakkan harga secara signifikan. Hal ini berpotensi menimbulkan gap antara penawaran dan permintaan, sehingga setiap pergerakan harga menjadi lebih tajam.
Analis Andri Fauzan menambahkan bahwa meski likuiditas berkurang, dukungan dari aliran dana ETF dan kebijakan moneter AS masih memberi fondasi pada pasar, namun investor harus waspada terhadap koreksi lebih dalam bila sentimen berubah menjadi negatif.
Prospek Bitcoin tetap mengarah ke potensi bullish jangka panjang, meski mengalami penurunan 0,63% pada hari Senin, 7 September 2026, menandai koreksi setelah menembus zona psikologis US$ 80.000. Andri Fauzan memperkirakan level support utama berada di kisaran US$ 76.000-US$ 78.000, dengan support lebih kuat di US$ 72.000-US$ 75.000 jika tekanan jual berlanjut. Ia merekomendasikan strategi akumulasi bertahap (DCA) bagi investor ritel selama pullback, sambil mempertahankan posisi inti dan melakukan partial profit-taking di resistance terdekat. Pendekatan ini menyesuaikan risiko volatilitas tinggi, sekaligus memanfaatkan peluang bila sentimen kembali menguat menuju target US$ 90.000-US$ 110.000 menjelang akhir tahun.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09)
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 328 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 328 database, klik di sini
- Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah:





Dunia Industri Pionir Berita dan Komunitas Industri Indonesia


