Duniaindustri.com (September 2026) — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melaporkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp31,2 triliun pada semester I 2026, naik 17,5% secara tahunan, sementara total aset mencapai Rp2,352 triliun, meningkat 11,7% YoY.
Laba bersih BRI tumbuh karena peningkatan pendapatan bunga bersih dan penurunan beban bunga. Pendapatan bunga naik 5,41% menjadi Rp107,92 triliun, sementara beban bunga turun 5,87% menjadi Rp27,39 triliun, menghasilkan margin bunga bersih yang lebih tinggi.
Selain itu, pendapatan jasa asuransi dan operasional lainnya juga naik, menyumbang pertumbuhan laba keseluruhan. Pertumbuhan kredit sebesar 16,2% memperkuat basis pendapatan bunga, menegaskan sinergi antara penyaluran kredit dan profitabilitas. Kombinasi peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya menandakan keberhasilan strategi BRI dalam menyeimbangkan pertumbuhan aset dengan kontrol beban, yang pada gilirannya meningkatkan laba bersih secara signifikan.
Kredit konsolidasi BRI naik 16,2% menjadi Rp1,646 triliun pada semester I 2026, mencerminkan ekspansi intermediasi yang kuat. Penyaluran kredit UMKM yang menyumbang 75,1% dari total kredit juga meningkat 8,6% YoY, memperluas basis pinjaman produktif. Di sisi pendanaan, DPK tercatat Rp1,581 triliun dengan pertumbuhan 6,7%, didominasi oleh dana murah yang mencapai 67,6% dan naik 10,1% YoY.
Peningkatan DPK memberikan likuiditas yang cukup untuk mendukung ekspansi kredit tanpa menambah biaya dana secara signifikan, yang pada gilirannya memperbaiki rasio LDR menjadi 91,30% dan menurunkan cost of fund menjadi 2,4%. Kombinasi kredit yang lebih besar dan sumber dana yang murah memperkuat profitabilitas dan stabilitas neraca BRI.
Pengguna aktif BRImo mencapai 22,4 juta pada akhir Juni 2026, meningkat 15,8% YoY, dan volume transaksi digital mencapai Rp4,166 triliun. Pertumbuhan pengguna ini menyumbang pendapatan fee-based sebesar Rp915 miliar serta meningkatkan volume transaksi QRIS sebesar 66% menjadi 583,4 miliar transaksi. Digitalisasi layanan memperluas jangkauan BRI ke segmen nasabah mikro dan memperkuat ekosistem keuangan inklusif, sehingga meningkatkan loyalitas nasabah dan menurunkan biaya operasional per unit. Dampak positif dari kanal digital juga terlihat pada peningkatan rasio efisiensi BOPO menjadi 69,56% dan cost-to-income ratio turun menjadi 35,49%, menandakan bahwa adopsi teknologi memberi keuntungan kompetitif yang berkelanjutan bagi BRI.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09)
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 328 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 328 database, klik di sini
- Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah:





Dunia Industri Pionir Berita dan Komunitas Industri Indonesia


