Duniaindustri.com (Juni 2026) — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan perekonomian Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang kuat dan terus menunjukkan ketahanan di tengah dinamika global. Menurutnya, laju ekonomi nasional ditopang fundamental fiskal yang sehat, pengelolaan anggaran yang prudent, serta stabilitas makroekonomi yang terjaga.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat memberikan kuliah umum di Nankai University, Tianjin, China, akhir pekan lalu, di hadapan Rektor Nankai University Chen Yulu, Wakil Rektor Eksekutif Chen Jun, Wakil Rektor Sheng Bin, Profesor Xingmin Li, dan ratusan mahasiswa.
Dalam kesempatan itu, Purbaya menyampaikan harapannya agar forum akademik tersebut dapat mempererat hubungan Indonesia dan China melalui pertukaran pemikiran dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kebijakan ekonomi dan pembangunan. Menurut Purbaya, kinerja ekonomi Indonesia tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang solid, inflasi yang terkendali, serta defisit anggaran yang secara konsisten dijaga di bawah batas 3 persen sebagaimana diamanatkan undang-undang.
Dia menjelaskan, di tengah kondisi pasar global yang mulai menunjukkan stabilitas seiring meredanya volatilitas dan membaiknya sentimen risiko, ekonomi Indonesia justru tampil menonjol. Pada kuartal I-2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year-on-year), lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan negara-negara G20 maupun ASEAN.
“Indonesia terus tampil menonjol dengan pertumbuhan PDB kuartal I-2026 sebesar 5,61 persen y-o-y, mengungguli banyak negara ekonomi G20 dan ASEAN. Pada saat yang sama, kami mampu mempertahankan stabilitas harga dengan inflasi Mei 2026 sebesar 3,08 persen,” ujar Purbaya.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan Indonesia memasuki periode ketidakpastian global dengan fondasi pertumbuhan yang kuat, inflasi yang terkendali, serta kredibilitas kebijakan ekonomi yang tetap terjaga.
Purbaya juga menyoroti posisi Indonesia yang dinilai relatif aman terhadap risiko gangguan energi global. Berdasarkan analisis risiko, Indonesia masuk kelompok negara dengan tingkat eksposur rendah dan memiliki buffer yang kuat. Skor ketahanan energi Indonesia mencapai 77 persen, sedikit di atas China yang memperoleh skor 76 persen dan hanya di bawah Afrika Selatan yang mencatatkan skor 79 persen.
Menkeu menilai capaian tersebut tidak terlepas dari disiplin fiskal pemerintah, termasuk keberhasilan menjaga defisit APBN tetap berada di bawah ambang batas 3 persen. Kondisi itu memberikan ruang fiskal yang memadai bagi pemerintah untuk memanfaatkan APBN sebagai shock absorber guna meredam dampak gejolak eksternal tanpa mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan sejumlah indikator utama juga menunjukkan mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin kuat dan inklusif. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur berada di level ekspansif 50,0, pertumbuhan likuiditas perekonomian (M0) mencapai 14,8 persen secara tahunan, sementara kredit perbankan tumbuh 11,5 persen y-o-y.
Dari sisi eksternal, fundamental ekonomi nasional turut diperkuat surplus neraca perdagangan yang berlangsung selama 72 bulan berturut-turut. Selain itu, Indonesia memiliki cadangan devisa USD144,9 miliar atau setara dengan 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Purbaya menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang kuat mulai tercermin pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tercatat sekitar 1,9 juta lapangan kerja baru berhasil diciptakan, sehingga menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 4,68 persen pada 2026.
Pada saat yang sama, pelaksanaan program perlindungan sosial pemerintah juga berkontribusi menurunkan tingkat kemiskinan dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,25 persen pada September 2025. Dalam paparannya, Purbaya juga menjelaskan pemerintah tengah menjalankan delapan klaster program prioritas nasional yang mencakup ketahanan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perumahan, hingga penguatan ketangguhan menghadapi bencana.
Selain itu, pemerintah terus mempercepat transformasi struktural melalui program hilirisasi dan industrialisasi, memperkuat ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta memperdalam upaya pengentasan kemiskinan melalui integrasi program bantuan sosial dan penciptaan lapangan kerja.
Menurut Purbaya, seluruh program tersebut akan diperkuat melalui penguatan sektor pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, digitalisasi, serta diplomasi ekonomi, sehingga pembangunan nasional dapat berlangsung secara lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya tangguh di tingkat makro, melainkan juga secara nyata bertransformasi menjadi ketersediaan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan, serta kesejahteraan masyarakat yang lebih luas dan merata,” ucap Purbaya.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09)
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 321 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 321 database, klik di sini
- Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah:





Dunia Industri Pionir Berita dan Komunitas Industri Indonesia


