Duniaindustri.com (Agustus 2026) — Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) telah memantau lebih dari 6.500 transaksi ekspor sawit, batu bara, dan ferroalloy senilai US$14 miliar dalam dua bulan pertama operasinya. Presiden Prabowo Subianto menegaskan DSI tidak akan mengambil alih kendali ekspor, tetapi fungsi pengawasannya akan diperluas ke 50 pelabuhan dan mencakup seluruh komoditas strategis.
Pemerintah memperkirakan terdapat potensi penerimaan ekspor hingga US$5 miliar dari selisih antara harga yang dilaporkan dan harga aktual, sementara investor masih menunggu kepastian aturan teknis DSI. Presiden Prabowo Subianto mengatakan perusahaan ekspor milik negara yang baru dibentuk akan memperkuat pengawasan terhadap pengiriman komoditas strategis Indonesia. Peran lembaga tersebut juga akan diperluas, namun pemerintah tidak akan mengambil alih kendali ekspor dari pelaku usaha.
Dalam pidato kenegaraan memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia di hadapan parlemen pada Jumat (14/8), Prabowo mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan kekayaan sumber daya alam memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin rakyat Indonesia terus dirugikan. Kekayaan Indonesia tidak boleh hanya memperkaya segelintir orang, sementara rakyat tetap hidup dalam kesulitan,” ujar Prabowo.
Menurutnya, lembaga baru tersebut telah menemukan potensi penerimaan ekspor sekitar US$5 miliar yang berasal dari perbedaan antara harga yang dilaporkan dengan harga sebenarnya. Pada Mei lalu, Prabowo mengumumkan rencana untuk memusatkan pengawasan ekspor minyak sawit, batu bara, dan ferroalloy melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengatasi praktik under-invoicing atau pelaporan nilai ekspor yang lebih rendah dari nilai sebenarnya. Sejak rencana itu diumumkan, pelaku pasar dan investor mempertanyakan seberapa besar kewenangan DSI dalam rantai ekspor komoditas Indonesia.
Prabowo mengatakan, dalam dua bulan pertama beroperasi, DSI telah memantau lebih dari 6.500 transaksi dari tiga komoditas tersebut dengan nilai ekspor mencapai US$14 miliar. Dalam waktu dekat, pengawasan akan diperluas ke 50 pelabuhan. Prabowo juga mengatakan DSI dalam jangka pendek akan mengelola seluruh ekspor komoditas strategis, bukan hanya tiga komoditas yang sebelumnya disebutkan.
Analis Bank Danamon, Irman Faiz, mengatakan perlu dipastikan bahwa pengawasan yang lebih ketat tidak justru meningkatkan biaya transaksi bagi eksportir atau menghambat investasi swasta. Seorang analis sawit yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan pelaku pasar masih menunggu aturan hukum yang lebih jelas. Menurutnya, tanpa regulasi tertulis dan pedoman teknis yang terperinci, pelaku industri hanya dapat berspekulasi mengenai mekanisme kerja DSI.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09)
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 328 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 328 database, klik di sini
- Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah:





Dunia Industri Pionir Berita dan Komunitas Industri Indonesia


