Duniaindustri.com (Juli 2026) — Pemerintah Indonesia memperdalam rencana investasi pembangunan fasilitas precursor Cathode Active Material (pCAM) bersama perusahaan teknologi pemrosesan material baterai asal Australia, Pure Battery Technologies (PBT), sebagai bagian dari upaya melengkapi rantai nilai hilirisasi nikel nasional, khususnya pada tahap midstream untuk produksi precursor baterai kendaraan listrik.
Pendalaman rencana investasi tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM ) Todotua Pasaribu dengan Chairman Pure Battery Technologies Stephen Wilmot, didampingi Direktur Indonesia Investment Promotion Center ( IIPC ) Sydney Leidy Surianingrat, di kantor IIPC Sydney, Australia, beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan itu, PBT memaparkan rencana pengembangan industri precursor bahan katoda (pCAM) berbasis Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang dipasok dari fasilitas High Pressure Acid Leach ( HPAL ) domestik. Perusahaan menargetkan pembangunan fasilitas produksi pCAM di Indonesia dengan nilai investasi sekitar USD350 juta.
“Indonesia sudah memiliki HPAL dan akan segera memiliki manufaktur sel baterai. Mata rantai yang tersisa adalah pCAM dan katoda. Dan justru di sinilah investasi seperti Pure Battery Technologies menjadi krusial untuk melengkapi ekosistem baterai yang terintegrasi penuh,” kata Wamen Todotua dalam siaran pers BKPM , Kamis (2/7).
Menurut Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, kehadiran investasi tersebut akan melengkapi rantai nilai industri baterai nasional mulai dari nikel, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), pCAM, katoda, hingga sel baterai. Langkah tersebut juga diharapkan memperkuat daya saing Indonesia sebagai pusat ekosistem kendaraan listrik.
Pemerintah menilai investasi pada fasilitas pCAM menjadi penting karena mampu menjawab kesenjangan rantai pasok di tahap midstream sekaligus mengoptimalkan nilai tambah yang selama ini belum sepenuhnya dinikmati di dalam negeri.
Saat ini, tahapan battery precursor masih menjadi mata rantai industri yang belum dikembangkan di Indonesia. Padahal, segmen tersebut merupakan salah satu titik penciptaan nilai tertinggi dalam rantai industri nikel, di mana nilai material dapat meningkat signifikan dari MHP menjadi battery precursor. Dengan pengembangan industri pCAM di dalam negeri, nilai tambah tersebut diharapkan dapat dinikmati di Indonesia, bukan di luar negeri.
Direktur IIPC Sydney Leidy Surianingrat menegaskan pihaknya akan terus memfasilitasi proses tindak lanjut investasi tersebut, termasuk koordinasi dengan calon mitra strategis. ” IIPC Sydney berkomitmen untuk terus memfasilitasi perjalanan investasi Pure Battery Technologies di Indonesia, dengan menghubungkan perusahaan ke pemangku kepentingan pemerintah dan mitra strategis yang relevan, serta mendukung langkah-langkah selanjutnya menuju realisasi proyek,” ujar Leidy.
Selain membahas pengembangan proyek, kedua belah pihak juga melanjutkan pembahasan terkait pendirian badan hukum PBT di Indonesia, opsi lokasi fasilitas produksi, serta skema pembiayaan dan peluang kemitraan strategis di sektor pertambangan dan pengolahan nikel. Melalui kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, IIPC , serta Pure Battery Technologies, proyek pCAM diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat rantai pasok industri baterai kendaraan listrik nasional dari hulu hingga hilir sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem baterai global.(*/tim redaksi o9)
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 325 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 325 database, klik di sini
- Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah:





Dunia Industri Pionir Berita dan Komunitas Industri Indonesia


