Latest News
You are here: Home | Makanan & minuman | Kejatuhan Rupiah Picu Kenaikan Biaya UMKM, Pemerintah Siapkan Mitigasi
Kejatuhan Rupiah Picu Kenaikan Biaya UMKM, Pemerintah Siapkan Mitigasi

Kejatuhan Rupiah Picu Kenaikan Biaya UMKM, Pemerintah Siapkan Mitigasi

Duniaindustri.com (Juni 2026) — Kejatuhan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir mulai memberikan tekanan signifikan terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM ). Kondisi ini terutama dirasakan pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor, seperti sektor pangan.

Hal itu dikemukakan Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, beberapa hari lalu. Seperti diketahui, rupiah sempat menembus Rp18.000 per dolar, dan siang ini diperdagangkan menguat jadi Rp17.875.

Maman menyatakan pemerintah tidak akan tinggal diam menghadapi tekanan tersebut. Dia menegaskan berbagai langkah mitigasi terus dilakukan untuk meredam dampak pelemahan rupiah terhadap pelaku UMKM. “Pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan terus melakukan mitigasi untuk mencegah serta mengantisipasi dampak-dampak lain yang bisa menimpa UMKM kita,” ujar Maman.

Salah satu dampak paling nyata, menurut Maman, dirasakan pelaku usaha tempe dan tahu yang sangat bergantung pada impor kedelai. Kenaikan harga bahan baku disebut telah menekan margin keuntungan pelaku usaha kecil secara signifikan.
Selain kedelai, sektor UMKM yang menggunakan bahan baku berbasis plastik juga sempat terdampak oleh fluktuasi harga global. Meski demikian, Maman menyebut harga plastik mulai menunjukkan stabilitas, meski risiko gejolak masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

Untuk menjaga stabilitas, pemerintah disebut terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Kementerian Perdagangan. Koordinasi ini difokuskan pada upaya menjaga stabilitas nilai tukar serta memastikan ketersediaan bahan baku bagi UMKM. “Langkah-langkah terobosan untuk menjaga penguatan rupiah sedang dilakukan, termasuk monitoring bersama lintas kementerian,” kata Maman.

Di sisi lain, kebijakan BI yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen atau naik 25 basis poin turut memunculkan kekhawatiran terkait akses pembiayaan UMKM . Namun, pemerintah memastikan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tetap aman dan tidak terdampak kebijakan tersebut.

Maman menegaskan, skema KUR tetap berjalan normal, sementara kredit non-KUR juga tidak menunjukkan gejolak berarti berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak perbankan. “Kalau indikatornya KUR, tidak ada masalah. Untuk kredit non-KUR, hasil diskusi dengan bank juga tidak ada isu,” ujarnya.

Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan ekonomi global yang berpotensi memengaruhi stabilitas rupiah maupun keberlangsungan usaha UMKM di dalam negeri.(*/tim redaksi 09)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 321 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 321 database, klik di sini
  • Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”

Atau simak video berikut ini:

Contoh testimoni hasil survei daerah:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top