Duniaindustri.com (Juli 2026) — Minat investasi pusat data (data center) di Indonesia terus meningkat seiring pesatnya kebutuhan komputasi untuk kecerdasan artifisial (AI). Pemerintah mencatat investor berminat membangun pusat data berkapasitas total 1,3 gigawatt (GW), dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai 15 miliar dollar AS hingga 20 miliar dollar AS.
Tambahan kapasitas tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan pusat data yang telah beroperasi di Indonesia saat ini. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, kapasitas pusat data nasional baru mencapai sekitar 580 megawatt (MW).
“Yang sekarang di Batam itu juga investasinya sekitar 15–20 miliar dollar AS yang sudah on the pipeline,” ujar Airlangga di Jakarta, akhir pekan lalu.
Pernyataan itu menunjukkan Batam masih menjadi salah satu lokasi utama pengembangan pusat data berskala besar di Indonesia. Kawasan tersebut dinilai memiliki keunggulan dari sisi pasokan listrik, konektivitas internasional, serta kedekatan dengan pusat ekonomi digital di Singapura.
Airlangga mengatakan salah satu investor yang berminat berasal dari perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Nvidia, yang menggandeng mitra dari Australia. Selain itu, PT Telkom Indonesia juga berencana menambah investasi pada sektor pusat data.
Ia menambahkan, kawasan Karawang juga menjadi tujuan ekspansi sejumlah perusahaan teknologi global. Menurut Airlangga, kebutuhan pusat data meningkat karena menjadi infrastruktur utama pengembangan AI yang memerlukan kapasitas komputasi semakin besar.
Selain membangun infrastruktur digital, pemerintah menilai pengembangan sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan industri tersebut. Ketersediaan tenaga kerja dengan keahlian di bidang semikonduktor, perangkat lunak, dan kecerdasan artifisial dinilai sama pentingnya dengan investasi fisik.
Pemerintah telah menjalin kerja sama dengan perusahaan semikonduktor asal Inggris, Arm Ltd., untuk memperkuat ekosistem industri digital dari sisi pengembangan teknologi. Melalui kerja sama itu, pemerintah menargetkan sekitar 15.000 insinyur bergabung dalam ekosistem Arm. “Kuncinya ini seluruhnya adalah SDM,” ujar Airlangga.
Menurut Airlangga, strategi pemerintah tidak hanya berfokus pada hilirisasi sumber daya mineral, tetapi juga membangun industri digital dari sisi hulu melalui penguatan riset, desain cip, dan pengembangan talenta. Langkah tersebut diharapkan memperkuat daya saing Indonesia dalam rantai industri digital global.
Meningkatnya investasi pusat data juga diperkirakan akan mendorong pertumbuhan industri pendukung, mulai dari penyediaan energi, jaringan telekomunikasi, hingga layanan komputasi awan. Tantangan berikutnya ialah memastikan ketersediaan listrik, infrastruktur digital, dan tenaga kerja yang mampu memenuhi kebutuhan industri yang tumbuh cepat.
Batam dipilih sebagai lokasi pusat data AI 360 MW milik Firmus Technologies, Nvidia, dan DayOne. Proyek ini memperkuat posisi Batam dalam industri AI Asia Tenggara sekaligus menghadirkan tantangan baru di sektor energi.
Proyek tersebut menandai masuknya Firmus ke Indonesia sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai lokasi alternatif bagi industri pusat data yang selama ini terkonsentrasi di Singapura. Kedekatan geografis dengan negara itu serta kebutuhan kapasitas komputasi AI yang terus meningkat menjadi daya tarik utama.
DayOne telah memulai pembangunan fasilitas di Batam. Setelah infrastruktur selesai, Firmus akan menyewa ruang untuk memasang chip AI Nvidia dan menyediakan layanan komputasi awan bagi perusahaan berbasis AI.
Fasilitas itu dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027. Proyek tersebut menjadi bagian dari kemitraan delapan tahun antara Firmus dan Nvidia.
Dalam kerja sama itu, Firmus akan membeli infrastruktur Nvidia, lalu menjual layanan komputasi berbasis chip Nvidia kepada perusahaan AI dan pelanggan lain yang membutuhkan kapasitas komputasi besar.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09)
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 327 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 327 database, klik di sini
- Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah:





Dunia Industri Pionir Berita dan Komunitas Industri Indonesia


