Latest News
You are here: Home | Baja | Kemenperin Catat 152 Industri Baru Beroperasi, Kucuran Modal Tembus Rp 157,6 Triliun
Kemenperin Catat 152 Industri Baru Beroperasi, Kucuran Modal Tembus Rp 157,6 Triliun

Kemenperin Catat 152 Industri Baru Beroperasi, Kucuran Modal Tembus Rp 157,6 Triliun

Duniaindustri.com (November 2026) — Sektor manufaktur nasional mencatatkan aksi ekspansi yang signifikan sepanjang tahun ini. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat sebanyak 152 pabrik dan industri baru telah resmi beroperasi di berbagai wilayah Indonesia dengan total realisasi investasi mencapai Rp 157,6 triliun.

Geliat investasi ini menjadi bukti kuat bahwa iklim berusaha di dalam negeri tetap kondusif, didorong oleh optimisme pasar domestik serta penguatan rantai pasok global.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Eko S.A. Cahyanto, menyampaikan bahwa masuknya 152 unit usaha baru ini tersebar di beberapa sektor strategis, mulai dari hilirisasi mineral, kimia dasar, pengolahan kelapa sawit, hingga manufaktur barang konsumsi (FMCG).

“Realisasi investasi sebesar Rp 157,6 triliun dari 152 industri baru ini mencerminkan tingginya kepercayaan para pelaku usaha terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Pemerintah berkomitmen terus menjaga momentum pertumbuhan ini melalui kemudahan perizinan, kepastian pasokan energi, serta perlindungan pasar dalam negeri,” ujar Eko S.A. Cahyanto dalam keterangan resminya di Jakarta.

Pendorong Utama dan Penyerapan Tenaga Kerja
Kemenperin mencatat bahwa dari total kucuran modal tersebut, sektor hilirisasi mineral (seperti pemrosesan tembaga dan nikel) serta industri kimia dasar memberikan kontribusi kapital terbesar. Sementara itu, sektor industri makanan-minuman dan pengolahan turunan CPO (fatty acid) menjadi penyumbang terbanyak dalam penyerapan tenaga kerja langsung.

Beroperasinya 152 industri baru ini diperkirakan mampu menyerap lebih dari 45.000 tenaga kerja baru, sekaligus memberikan dampak pengganda (multiplier effect) bagi ekosistem UMKM dan penyedia jasa logistik di sekitar kawasan industri.

Sejalan dengan ekspansi tersebut, indikator daya tahan manufaktur nasional juga menunjukkan performa solid. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Indonesia bertahan di level ekspansif 54,0, sementara Indeks Kepercayaan Industri (IKI) tercatat konsisten berada di atas batas netral.

Tanggapan Pelaku Usaha
Dari sudut pandang dunia usaha, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani, menyambut positif derasnya kucuran modal ke sektor riil. Namun, ia juga menekankan pentingnya menjaga efisiensi operasional agar investasi bernilai besar ini berdaya saing tinggi.

“Masuknya investasi sebesar Rp 157,6 triliun ini adalah kabar menggembirakan. Kendati demikian, agar operasional 152 pabrik baru ini berkelanjutan, pemerintah dan pelaku industri perlu terus berkolaborasi menekan biaya logistik serta memastikan kejelasan regulasi terkait bahan baku impor pendukung,” tutur Shinta W. Kamdani.

Prospek Kawasan Industri
Sebagian besar pabrik baru tersebut berlokasi di kawasan-kawasan industri terpadu, seperti di Pulau Jawa (Jawa Barat dan Jawa Timur), Sumatra, serta kawasan hilirisasi di Indonesia Timur (Sulawesi Tengah dan Maluku Utara).

Kemenperin optimistis hingga akhir tahun anggaran, arus modal masuk ke sektor sekunder akan terus tumbuh, mengokohkan posisi manufaktur sebagai penopang utama pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 329 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 329 database, klik di sini
  • Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”

Atau simak video berikut ini:

Contoh testimoni hasil survei daerah:

Fitur Baru:

Duniaindustri.com layanan digital database customer B2B

Duniaindustri.com layanan digital database customer B2B

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top