Duniaindustri.com (Oktober 2026) — Chairman The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Willgo Zainar menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementerian Perindustrian terhadap keberlangsungan industri baja nasional. Ia mengungkapkan, tingkat utilisasi industri baja dalam negeri saat ini masih berkisar 43–57 persen, sehingga diperlukan dukungan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing industri.
“Saat ini industri baja nasional menghadapi gempuran produk impor yang sangat besar, tidak hanya dari Tiongkok, tetapi juga negara lainnya. Apalagi, kelebihan produksi baja dunia mencapai sekitar 640 juta ton, dengan 120 juta ton berasal dari Tiongkok. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan impor ke pasar Indonesia,” ungkap Willgo saat berkunjung ke Kemenperin, kemarin.
Senada dengan itu, Vice Chairman IISIA Ismail Mandry mengungkapkan bahwa asosiasinya memiliki 189 perusahaan anggota dengan produksi baja mencapai 18 juta ton per tahun. Sementara itu, impor baja pada 2024–2025 mencapai sekitar 8 juta ton per tahun, dan hingga Agustus 2026 telah menyentuh 7 juta ton.
“Kami berharap impor baja dapat dikendalikan, terutama untuk produk yang sudah mampu diproduksi di dalam negeri. Kami bukan antiimpor, tetapi perlu ada keseimbangan agar industri nasional tetap dapat tumbuh dan berdaya saing,” jelas Ismail.
Selain persoalan impor, IISIA juga menyoroti implementasi kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Ismail menyebutkan, industri baja saat ini hanya dapat memanfaatkan sekitar 60 persen dari kuota gas yang diperoleh, sehingga belum optimal dalam mendukung kebutuhan energi untuk proses produksi.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta menegaskan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti persoalan yang dihadapi industri baja melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
“Kami akan bersama-sama dengan kementerian dan lembaga lainnya mencari solusi atas berbagai isu yang telah disampaikan oleh asosiasi dan dibahas bersama Bapak Menteri, sehingga industri baja nasional dapat semakin kompetitif,” ujar Setia.
Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat daya saing industri manufaktur nasional melalui penyediaan bahan baku yang kompetitif serta perlindungan terhadap industri strategis dari tekanan produk impor. Hal tersebut disampaikan seusai melakukan pertemuan dengan Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) dan The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA).
“Kami menerima berbagai aspirasi dari pelaku industri makanan dan minuman serta industri baja. Kementerian Perindustrian akan terus memberikan dukungan agar industri nasional semakin berdaya saing, termasuk mencarikan solusi terhadap berbagai persoalan yang mereka hadapi,” kata Menperin Sarmuji di Jakarta, Rabu (14/10).
Menperin menjelaskan, industri makanan dan minuman nasional memiliki daya saing yang cukup kuat, tercermin dari pertumbuhan yang positif serta kemampuan produk-produknya menembus pasar ekspor. Namun, masih terdapat tantangan terkait ketersediaan dan harga bahan baku yang perlu segera diatasi.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan IISIA, Menperin menyoroti tantangan industri baja nasional akibat derasnya persaingan produk impor yang ditawarkan dengan harga lebih murah. Menurutnya, sebagai sektor strategis, industri baja perlu mendapatkan perlindungan melalui instrumen kebijakan yang tepat.
“Untuk industri strategis seperti baja, tentu perlu ada proteksi, baik melalui instrumen tarif maupun nontarif. Namun, proteksi saja tidak cukup. Kita juga harus meningkatkan daya saing industri agar semakin tangguh menghadapi persaingan global,” tegas Sarmuji.
Menperin menekankan bahwa perlindungan terhadap industri dalam negeri harus berjalan beriringan dengan peningkatan efisiensi dan produktivitas. Sebab, kebijakan proteksi memiliki keterbatasan sehingga industri perlu terus memperkuat kemampuan bersaing secara berkelanjutan.(*/tim redaksi 09)
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 329 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 329 database, klik di sini
- Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah:





Fitur Baru:

Duniaindustri.com layanan digital database customer B2B
Dunia Industri Pionir Berita dan Komunitas Industri Indonesia


