Duniaindustri.com (Oktober 2026) — Setelah mengakar di bisnis semen di Indonesia, raksasa China Conch Investment Holdings mulai merambah sektor manufaktur dan energi hijau. Menggandeng PT Tiran Nusantara Grup, Conch Investment Holdings bakal menggelontorkan investasi awal sebesar Rp10 triliun pada sektor manufaktur dan energi hijau, termasuk pabrik anoda baterai litium, kemasan plastik, PLTB , dan PLTS.
Tujuan utama investasi ini adalah mempercepat transformasi industri nasional menuju energi bersih, hilirisasi bahan baku, serta penguatan manufaktur berteknologi tinggi. Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menekankan peningkatan iklim investasi, sehingga Conch melihat peluang memperluas jejaknya di sektor energi baru.
Investasi mencakup pembangunan pabrik anoda baterai litium, fasilitas kemasan plastik, serta pembangkit listrik tenaga bayu dan tenaga sampah, yang bersama-sama menambah kapasitas produksi dalam negeri. Dengan adanya fasilitas ini, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor komponen baterai serta meningkatkan nilai tambah rantai pasok energi terbarukan. Secara keseluruhan, proyek ini menandai dorongan strategis untuk menumbuhkan ekosistem industri hijau yang lebih mandiri.
Proyek bersama Tiran Nusantara Grup dan Conch diproyeksikan menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja selama fase konstruksi dan operasional. Penciptaan lapangan kerja ini berasal dari kebutuhan akan tenaga ahli dalam pembangunan pabrik anoda litium, instalasi PLTB , serta pengelolaan PLTS a, sehingga menciptakan peluang pekerjaan berkeahlian tinggi bagi tenaga kerja lokal. Sebagian besar tenaga kerja diperkirakan akan ditempatkan di wilayah-wilayah sekitar lokasi pabrik dan pembangkit, memberikan dampak positif pada pengurangan tingkat pengangguran regional.
Struktur kepemilikan patungan disesuaikan dengan karakter masing-masing proyek, dengan proporsi 49% Tiran – 51% Conch untuk sebagian besar usaha, sementara pada proyek lainnya kepemilikan dibalik menjadi 51% Tiran – 49% Conch. Pendekatan ini dirancang untuk menyeimbangkan risiko finansial dan kontrol teknologi, di mana Conch menahan mayoritas pada proyek yang melibatkan keahlian teknologi tinggi seperti pabrik anoda litium, dan Tiran memegang mayoritas pada proyek infrastruktur energi seperti PLTB.
Pembagian saham yang fleksibel memungkinkan masing-masing pihak menyesuaikan kontribusi modal serta kepakaran masing-masing, sehingga memperkecil potensi ketidakseimbangan finansial. Hal ini memberi landasan bagi kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan, serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas proyek bersama.
Investasi baru sebesar Rp10 triliun menambah total eksposur Conch di Indonesia yang sudah mencapai Rp30 triliun sebelumnya, meningkatkan nilai kumulatifnya sekitar 33 persen. Penambahan dana ini memperluas portofolio Conch ke sektor energi hijau, melengkapi proyek-proyek sebelumnya yang lebih berfokus pada energi baru dan pengolahan limbah.
Berdasarkan penelusuran tim Duniaindustri.com, Laporan interim 2026 Anhui Conch Cement mengonfirmasi bahwa Conch Investment Holdings (Hong Kong) Limited merupakan anak perusahaan yang dimiliki 100% oleh Anhui Conch Cement Company Limited. Perusahaan tersebut didirikan pada Juni 2026 dengan modal terdaftar US$105 juta.
Anhui Conch Cement sendiri merupakan perusahaan raksasa China yang memiliki fasilitas produksi semen di Kalimantan Selatan, Papua Barat, dan Sulawesi Utara dengan total kapasitas klinker mencapai 5,1 juta ton per tahun. Tiga pabrik semen terintegrasi Anhui Conch diperkuat dengan jaringan 15 unit pabrik penggilingan dan terminal dengan total kapasitas 12 juta ton per tahun.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09)
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 329 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 329 database, klik di sini
- Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah:





Fitur Baru:

Duniaindustri.com layanan digital database customer B2B
Dunia Industri Pionir Berita dan Komunitas Industri Indonesia


