Duniaindustri.com (Oktober 2026) — Pemerintah Indonesia mengurangi pasokan gas bumi ke Singapura sebesar 31 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk memprioritaskan kebutuhan energi dalam negeri. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, pengurangan tersebut hanya sekitar dua persen dari total konsumsi gas Singapura.
Bahlil menjelaskan Indonesia selama ini mengekspor gas melalui jaringan pipa ke Singapura sebesar 409,55 MMSCFD yang berasal dari Natuna dan Sumatera. Dari jumlah tersebut, pemerintah memangkas pasokan sekitar delapan persen atau 31 MMSCFD.
“Yang kemarin kita potong, itu adalah 31 MMSCFD. Hanya kurang lebih sekitar 8 persen,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta.
Menurut Bahlil, pengurangan pasokan tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan kebutuhan gas Singapura. Ia menyebut volume yang dikurangi hanya setara sekitar dua persen dari konsumsi gas negara tetangga tersebut.
Otoritas Pasar Energi Singapura atau Energy Market Authority (EMA) sebelumnya melaporkan pengurangan pasokan gas dari Indonesia sebesar 17 miliar British thermal unit per hari (BBTUD) selama 18 hari. Jumlah tersebut setara kurang dari dua persen kebutuhan gas harian Singapura yang mencapai lebih dari 1.000 BBTUD.
Sementara itu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto sebelumnya mengumumkan pengurangan ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai Sabtu (24/10/2026). Pengurangan tersebut terdiri atas 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatera.
Bahlil memastikan kebijakan pengurangan ekspor gas tidak melanggar kontrak perdagangan energi yang telah disepakati dengan Singapura. Menurut dia, volume pengurangan masih berada dalam batas minimum pasokan yang diperbolehkan dalam perjanjian. “31 MMSCFD yang kita potong itu adalah masih di batas kontrak minimum,” ujar Bahlil.
Ia menjelaskan kontrak ekspor gas memiliki ketentuan batas minimum pasokan sekitar 91 hingga 92 persen dari volume yang disepakati. Dengan pengurangan sekitar delapan persen, pemerintah menilai Indonesia masih memenuhi kewajiban kontraktualnya.
Bahlil mengatakan penyesuaian ekspor gas dilakukan karena adanya kegiatan pemeliharaan atau shutdown pada sejumlah fasilitas produksi. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu mengatur kembali alokasi pasokan untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. “Nah karena terjadi pemeliharaan, maka saya harus memprioritaskan kepentingan dalam negeri,” kata Bahlil.
Pemerintah mengutamakan pasokan gas untuk pembangkit listrik PLN dan kebutuhan industri nasional. Gas diperlukan untuk menjaga operasional pembangkit sekaligus mendukung kegiatan industri yang menggunakan gas sebagai bahan baku maupun bahan bakar.
Selain kebutuhan pembangkit dan industri, pemerintah juga mempertimbangkan pasokan gas untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi. Kepastian pasokan energi dinilai penting untuk menjaga kelangsungan produksi dan meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.
Bahlil menegaskan Indonesia tetap menghormati kerja sama perdagangan energi dengan negara lain. Namun, pemerintah akan terus menyesuaikan alokasi gas dengan mempertimbangkan kebutuhan domestik dan kewajiban kontrak yang berlaku.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09)
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 329 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 329 database, klik di sini
- Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah:





Fitur Baru:

Duniaindustri.com layanan digital database customer B2B
Dunia Industri Pionir Berita dan Komunitas Industri Indonesia


