Duniaindustri.com (Oktober 2026) — Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menegaskan pentingnya memperkuat industri perkapalan nasional melalui peningkatan kapasitas produksi kapal baru, optimalisasi fasilitas reparasi, serta penguasaan teknologi galangan kapal. Upaya ini menjadi langkah strategis untuk memanfaatkan besarnya potensi industri maritim Indonesia sekaligus memperkuat daya saing industri perkapalan dalam negeri.
“Potensi galangan kapal kita sebenarnya luar biasa, baik untuk memproduksi maupun mereparasi kapal. Indonesia adalah negara yang dihubungkan oleh laut. Kebutuhan terhadap transportasi kapal sangat besar, baik kapal penumpang maupun kapal pengangkut barang. Karena itu, kalau Indonesia tidak kuat di bidang ini, sebenarnya kita rugi sekali,” kata Menperin pada acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Dewan Pengurus Pusat (DWP) Institusi Industri Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) Masa Bakti 2026–2030 di Jakarta, beberapa hari lalu.
Menperin mengungkapkan, besarnya kebutuhan transportasi laut nasional seharusnya menjadi peluang bagi industri galangan kapal dalam negeri untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pasar. Namun, potensi tersebut masih perlu dioptimalkan agar industri perkapalan Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara yang telah lebih maju.
“Kalau dibandingkan dengan negara lain yang sudah lebih maju, kita harus melakukan refleksi diri. Dengan potensi yang kita miliki dibandingkan dengan realitas saat ini, tentu masih banyak yang harus kita kejar,” ujarnya.
Oleh karena itu, Sarmuji menekankan pentingnya kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, IPERINDO, dan seluruh pelaku industri perkapalan serta sarana lepas pantai untuk mempercepat pengembangan industri nasional.
“Kolaborasi dengan IPERINDO dan seluruh industri perkapalan serta sarana lepas pantai, termasuk kerja sama yang baik dengan pemerintah, sangat diperlukan demi kemajuan industri perkapalan kita,” tegasnya.
Menperin menyampaikan, industri perkapalan memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas antarpulau, kelancaran distribusi logistik, serta penguatan aktivitas ekonomi nasional. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan industri galangan kapal yang tangguh untuk memenuhi kebutuhan armada transportasi laut secara berkelanjutan.
Dari sisi kinerja, industri alat angkutan menunjukkan perkembangan positif dengan pertumbuhan sebesar 5,54 persen secara tahunan pada triwulan II tahun 2026. Capaian ini menjadi salah satu indikator penting bagi penguatan ekosistem industri transportasi nasional, termasuk industri perkapalan.
Sementara itu, kinerja pembangunan kapal baru nasional menunjukkan perkembangan yang berfluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, pembangunan kapal baru tercatat sebesar 163,87 ribu deadweight tonnage (DWT), kemudian meningkat menjadi 461,29 ribu DWT pada 2022 dan 940,21 ribu DWT pada 2023.
Setelah mengalami penurunan menjadi 187,71 ribu DWT pada 2024, realisasi pembangunan kapal baru kembali meningkat signifikan menjadi 660,11 ribu DWT pada 2025 atau tumbuh sekitar 251,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut menunjukkan adanya peluang penguatan kapasitas produksi kapal baru di dalam negeri. Di sisi lain, aktivitas reparasi kapal juga menunjukkan perkembangan positif, dari 11,08 juta DWT menjadi 11,57 juta DWT.
Meski demikian, penguatan daya saing industri perkapalan masih menghadapi sejumlah tantangan. Hal tersebut antara lain tercermin dari nilai perdagangan kapal sepanjang 2022 hingga Juni 2026, dengan ekspor mencapai USD4,53 miliar, sementara impor sebesar USD5,30 miliar.
Kondisi ini menunjukkan masih terbukanya ruang bagi industri galangan kapal nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok, serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Kemenperin terus mendorong penguatan ekosistem industri perkapalan melalui peningkatan penggunaan komponen produksi dalam negeri, penguasaan teknologi, pengembangan sumber daya manusia industri, serta penguatan keterkaitan antara industri galangan kapal dan industri pendukungnya.
Penguatan industri komponen dalam negeri juga menjadi bagian penting untuk mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan memperbesar nilai tambah industri perkapalan nasional.
Transformasi Galangan Kapal
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum IPERINDO Anita Puji Utami menyampaikan bahwa pengukuhan pengurus DPP IPERINDO Masa Bakti 2026–2030 oleh Menteri Perindustrian menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pelaku industri perkapalan nasional.
Menurutnya, kepengurusan baru yang terbentuk melalui Rapat Umum Anggota pada Agustus 2026 diharapkan mampu mengoptimalkan berbagai potensi industri perkapalan, baik pada kegiatan pembangunan kapal baru maupun reparasi kapal.
“Pengukuhan oleh Bapak Menteri Perindustrian memberikan semangat bagi kami, seluruh insan dan pelaku industri perkapalan, untuk bekerja secara maksimal. Kami akan berupaya mengoptimalkan potensi yang ada, baik dalam industri reparasi maupun pembangunan kapal baru,” ujar Anita.
Anita mengakui bahwa besarnya potensi industri perkapalan Indonesia juga menghadirkan tantangan bagi pelaku usaha untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan produksi. Oleh karena itu, IPERINDO berkomitmen mendorong penguatan industri galangan kapal melalui transformasi teknologi dan peningkatan efisiensi operasional.
“Transformasi di bidang galangan kapal, baik melalui pengembangan digitalisasi maupun penerapan teknologi industri, akan terus kami tingkatkan. Dengan demikian, kegiatan dan proses produksi galangan kapal dapat berjalan lebih efisien, efektif, serta memiliki daya saing yang semakin tinggi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengurus IPERINDO akan berupaya memaksimalkan potensi industri perkapalan nasional agar mampu menjawab kebutuhan pasar dan memperkuat kemampuan industri dalam negeri.
Melalui sinergi dengan pemerintah, IPERINDO diharapkan dapat berperan aktif dalam mendorong modernisasi fasilitas galangan kapal, peningkatan produktivitas, serta penguatan kemampuan industri nasional dalam memproduksi kapal baru dan melaksanakan reparasi kapal.
Menperin berharap kepengurusan IPERINDO yang baru dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat transformasi industri perkapalan nasional. Kolaborasi yang kuat dinilai menjadi kunci agar besarnya potensi maritim Indonesia dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih optimal bagi industri dalam negeri.
Dengan penguatan kapasitas produksi, penguasaan teknologi, serta sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, industri perkapalan nasional diharapkan semakin mampu memenuhi kebutuhan armada dalam negeri sekaligus memperluas peluang untuk bersaing di pasar internasional.(*/tim redaksi 09)
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 329 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 329 database, klik di sini
- Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah:





Fitur Baru:

Duniaindustri.com layanan digital database customer B2B
Dunia Industri Pionir Berita dan Komunitas Industri Indonesia


