Duniaindustri.com (Oktober 2026) — Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengonfirmasi pemerintah akan membentuk BUMN Tekstil yang akan mengakuisisi PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) serta beberapa perusahaan tekstil lainnya, sementara Badan Pengelola Investasi Danantara menyiapkan dana sekitar Rp 100 triliun untuk mewujudkan industri tekstil terintegrasi nasional. Pembentukan BUMN Tekstil bertujuan mengkonsolidasikan industri tekstil dan produk tekstil nasional.
Rencana akuisisi mencakup PT Sri Rejeki Isman Tbk yang telah mengalami kebangkrutan, serta beberapa perusahaan tekstil lainnya. Danantara menyiapkan dana sekitar Rp 100 triliun (sekitar US$6 miliar) untuk mendukung proyek tersebut.
Investasi akan membangun ekosistem produksi terintegrasi dari hulu hingga hilir dalam satu kawasan industri. Model BUMN Tekstil diharapkan meningkatkan daya saing produk tekstil Indonesia di pasar global.
Pemerintah memilih Sritex sebagai salah satu target utama akuisisi karena perusahaan tersebut telah mengalami kebangkrutan namun masih menyimpan aset dan jaringan produksi yang strategis, sehingga dapat menjadi fondasi bagi konsolidasi industri. Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menekankan bahwa penggabungan Sritex dengan beberapa perusahaan tekstil lainnya akan menyatukan kekuatan masing-masing, menciptakan sinergi yang sebelumnya terfragmentasi. Akusisi tersebut tidak hanya mencakup Sritex, tetapi juga perusahaan-perusahaan lain yang belum disebutkan secara spesifik, memperluas basis produksi nasional. Dengan mengintegrasikan berbagai subsektor produk tekstil, BUMN Tekstil diharapkan meningkatkan daya saing produk dalam negeri, memperkuat nilai tambah, dan membuka peluang ekspor yang lebih kompetitif.
Investasi sekitar Rp 100 triliun atau setara US$6 miliar yang disiapkan oleh Danantara akan menjadi modal utama untuk mendirikan BUMN Tekstil dan menggerakkan akuisisi perusahaan. Dana tersebut direncanakan digunakan untuk membangun kawasan industri terintegrasi yang menghubungkan proses hulu, seperti produksi benang, hingga hilir, seperti konversi menjadi produk jadi, dalam satu zona terpusat. Menurut data Danantara, skala pendanaan ini memungkinkan pembangunan infrastruktur modern, peningkatan kapasitas produksi, serta pelatihan tenaga kerja yang sesuai standar internasional. Dampak yang diharapkan meliputi penciptaan ribuan lapangan kerja, penurunan biaya logistik, dan peningkatan eksposur produk tekstil Indonesia di pasar global, sehingga memperkuat posisi kompetitif negara.
Model integrasi hulu-hilir yang akan diterapkan BUMN Tekstil akan menyatukan semua tahap rantai nilai dalam satu kawasan industri yang dikelola secara terpusat. Danantara berencana menjadi inisiator utama pembangunan zona tersebut, menyediakan pendanaan sekaligus mengkoordinasikan kemitraan dengan perusahaan tekstil yang sudah ada. Pendekatan ini memungkinkan penyediaan bahan baku secara stabil, produksi yang terstandardisasi, serta distribusi yang lebih efisien, mengurangi waktu dan biaya antar-tahap. Dengan struktur terintegrasi, BUMN Tekstil dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya, meningkatkan margin keuntungan, dan menyiapkan produk siap ekspor yang memenuhi persyaratan kualitas internasional. Pada akhirnya, model ini diharapkan memperkuat ekosistem industri tekstil nasional dan mendukung target pertumbuhan ekonomi sektoral.(*/berbagai sumber/tim redaksi 07)
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 329 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 329 database, klik di sini
- Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah:





Fitur Baru:

Duniaindustri.com layanan digital database customer B2B
Dunia Industri Pionir Berita dan Komunitas Industri Indonesia


