Duniaindustri.com (Oktober 2026) — Batubara menjadi salah satu komoditas terpenting di negeri ini. Bagaimana tidak, ternyata 43% perdagangan batubara global berasal dari Indonesia.
Menteri Koordinator Bahlil Lahadalia menyatakan RKAB batubara selama ini dikuasai perusahaan besar, sementara produksi batubara turun namun Penerimaan Negara Bukan Pajak ( PNBP ) sektor minerba naik sebesar Rp7 triliun pada 2026, dengan Indonesia menyumbang 43% perdagangan batubara global dalam rangka mengendalikan pasokan dan harga.
Perusahaan tambang skala besar mengendalikan alokasi RKAB karena mereka memiliki kapasitas finansial dan logistik untuk menampung sebagian besar volume perdagangan batubara dunia yang hanya sebesar 1,3 miliar ton dari total konsumsi 8,9 miliar ton. Dominasi ini tercermin dari fakta bahwa Indonesia menyumbang 43% perdagangan global, namun kuota produksi utama tetap diberikan kepada pemain besar yang beroperasi pada tingkat internasional.
Bahlil menegaskan bahwa regulasi Harga Batubara Acuan (HBA) yang dikeluarkan menteri belum diindahkan, sehingga ia memfokuskan kontrol pada RKAB untuk menyeimbangkan supply-demand. Dampaknya, perusahaan kecil atau UMKM mendapatkan alokasi terbatas, sementara perusahaan besar mempertahankan posisi tawar yang kuat. Kebijakan ini berarti pemerintah berupaya mengurangi konsentrasi pasar guna memberi peluang bagi pemain domestik yang lebih kecil.
Penurunan produksi bulanan menjadi 60 juta ton pada 2026 tidak menurunkan PNBP karena nilai transaksi per ton meningkat berkat pembatasan kuota dalam RKAB. Mechanisme ini berakar pada prinsip “supply-demand” yang dikelola pemerintah; dengan mengurangi pasokan, harga jual naik dan penerimaan negara meningkat.
Bahlil menegaskan bahwa strategi ini memang dirancang untuk meningkatkan efisiensi nilai jual sekaligus menambah kas negara tanpa menambah produksi. Implikasinya, pemerintah dapat mengejar target fiskal sambil tetap mengendalikan dampak lingkungan dari penurunan produksi.
Bahlil menyampaikan pemerintah berencana memperketat pengawasan RKAB untuk menambah leverage dalam negosiasi harga, namun belum ada kepastian kebijakan baru. Konsekuensinya, walaupun volume ekspor tetap tinggi, negara belum sepenuhnya memanfaatkan posisi tawar untuk meningkatkan pendapatan melalui penetapan harga yang lebih menguntungkan.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09)
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 329 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 329 database, klik di sini
- Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah:





Fitur Baru:

Duniaindustri.com layanan digital database customer B2B
Dunia Industri Pionir Berita dan Komunitas Industri Indonesia


