Latest News
You are here: Home | Otomotif | Vale Siapkan 3 Proyek Hilirisasi Nikel Kelas Baterai Senilai US$ 9 Miliar
Vale Siapkan 3 Proyek Hilirisasi Nikel Kelas Baterai Senilai US$ 9 Miliar

Vale Siapkan 3 Proyek Hilirisasi Nikel Kelas Baterai Senilai US$ 9 Miliar

Duniaindustri.com (Februari 2026) — Raksasa nikel Indonesia, Vale Indonesia, terus melanjutkan transformasi besar-besaran menuju produksi nikel kelas baterai dengan nilai investasi mencapai miliaran dolar AS. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya popularitas baterai lithium iron phosphate (LFP) di pasar global.

Manajemen menilai baterai dengan kandungan nikel tinggi masih memiliki prospek jangka panjang, terutama untuk kendaraan listrik berperforma tinggi yang membutuhkan kepadatan energi lebih besar.

Wakil Presiden Direktur Vale Indonesia, Abu Ashar, menegaskan bahwa baterai berbasis nikel tetap relevan karena daya tahan dan siklus hidupnya yang lebih panjang. Sejumlah produsen besar, termasuk pabrikan otomotif China BYD, masih memanfaatkan kombinasi baterai nikel dan LFP.

Sebagai salah satu penambang tertua di Indonesia, Vale Indonesia kini mengalokasikan sekitar US$9 miliar untuk mengembangkan tiga proyek hilirisasi utama yang berfokus pada produksi material baterai EV.

Proyek andalan berupa fasilitas high-pressure acid leach ( HPAL ) dibangun di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Didirikan pada 1968, perusahaan ini berada di bawah kendali holding tambang BUMN Mind ID yang menggenggam 34% saham. Vale Canada memiliki sekitar 33,9%, sementara Sumitomo Metal Mining menguasai sekitar 11,5%.

Langkah agresif ini dilakukan di tengah meningkatnya penggunaan baterai berbasis lithium, terutama di China, karena biaya lebih murah dan tingkat keamanan yang lebih baik. International Energy Agency (IEA) memperkirakan baterai jenis ini telah menguasai hampir separuh pangsa pasar baterai EV global.

Permintaan dari sektor kendaraan listrik dan penyimpanan energi diproyeksikan mendorong nilai pasar hingga US$160,3 miliar pada 2030. Produsen seperti BYD, Tesla, dan Ford semakin mengadopsi baterai berbasis lithium untuk efisiensi biaya dan peningkatan aspek keselamatan.

Sebagai pemilik cadangan nikel terbesar dunia, Indonesia mendorong percepatan hilirisasi guna membangun rantai pasok baterai dan kendaraan listrik domestik. Sejak 2020, pemerintah melarang ekspor bijih nikel mentah demi menjamin pasokan dalam negeri dan menarik investasi asing.

Selama puluhan tahun, Vale Indonesia dikenal sebagai produsen nikel matte, produk antara berkualitas tinggi yang terutama digunakan dalam industri baja tahan karat. Wilayah operasinya mencakup lebih dari 118.000 hektare di Pulau Sulawesi, menjadikannya salah satu pemegang konsesi nikel terbesar di Tanah Air.

Fasilitas Sorowako di Sulawesi Selatan secara historis memproduksi sekitar 70.000 ton nikel matte per tahun. Seluruh produksinya diekspor ke Jepang melalui kontrak jangka panjang dengan Sumitomo Metal Mining dan Vale Japan.

Kini, seiring dorongan Indonesia masuk ke rantai pasok global EV, perusahaan mulai memperluas portofolio produknya. Lokasi Pomalaa di Sulawesi Tenggara menjadi pusat strategi baterai. Di sana, proyek senilai US$4,5 miliar tengah dikembangkan bersama Ford dan Zhejiang Huayou Cobalt dari China. Investasi ini menjadi langkah langsung pertama Ford di Indonesia.

Proyek-proyek baru tersebut dirancang untuk mengolah limonit–bijih nikel kadar rendah–menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP), bahan baku penting baterai EV berbasis nikel. Sementara itu, saprolit dengan kadar lebih tinggi tetap digunakan untuk produksi nikel matte.

Pabrik Pomalaa ditargetkan menghasilkan 120.000 ton MHP per tahun dan dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal IV 2026. Selain itu, proyek Bahodopi di Sulawesi Tengah mencakup investasi sekitar US$2 miliar untuk fasilitas HPAL yang mampu mengolah 10,4 juta ton limonit per tahun, dengan kapasitas produksi sekitar 66.000 ton MHP per tahun.

Menurut manajemen, proyek baterai tidak menggantikan produksi nikel matte, melainkan melengkapinya. Ke depan, satu operasi tambang dapat menghasilkan dua produk sekaligus dengan mengekstraksi lapisan bijih kadar rendah dan tinggi secara bersamaan. Perusahaan saat ini memegang izin usaha pertambangan khusus yang berlaku hingga 2035, dengan opsi perpanjangan 10 tahun.

Pemerintah Indonesia berencana memperketat pasokan nikel pada 2026 guna menopang harga. Produksi di Pomalaa dan Bahodopi akan dibatasi hingga 30% sesuai kuota pemerintah untuk mengendalikan suplai. Namun, produksi nikel matte di Sorowako tetap berjalan penuh.
Meski ada pembatasan, manajemen menyebut mulai terlihat tanda-tanda pemulihan pasar. Perusahaan menargetkan optimalisasi kuota yang tersedia untuk menghasilkan nilai maksimal.
Vale Indonesia menargetkan produksi 71.234 ton pada 2025. Hingga November, realisasi telah mencapai 66.848 ton, naik 3% secara tahunan. Secara keseluruhan, produksi disebut melampaui ekspektasi. (*/berbagai sumber/tim redaksi 09)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 319 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 319 database, klik di sini
  • Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”

Atau simak video berikut ini:

Contoh testimoni hasil survei daerah:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top