Duniaindustri.com (Februari 2026) — Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 41,05 miliar pada Januari-Desember 2025. Surplus ini lebih tinggi US$ 9,72 miliar dari periode yang sama pada 2024.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, surplus terjadi karena nilai ekspor mencapai US$ 282,91 miliar sedangkan nilai impor sebesar US$ 241,86 miliar selama 2025. Neraca perdagangan sudah mengalami surplus selama 68 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
“Neraca perdagangan kumulatif pada Januari-Desember 2025 mencapai surplus US$41,05 miliar,” ungkap Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers secara hibrida di kantornya, Jakarta pada Senin (2/2/2026).
Ateng merinci, surplus neraca perdagangan disokong oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yaitu sebesar US$ 60,75 miliar pada Januari-Desember 2025. Angka ini lebih tinggi US$ 9,02 miliar dari periode yang sama tahun 2024.
“Sementara itu komoditas nonmigas masih mengalami defisit sebesar US$ 19,7 miliar atau lebih rendah US$ 0,7 miliar dari posisi Januari-Desember 2024,” kata dia.
Bila dilihat berdasarkan negara mitra dagang, tiga negara dengan penyumbang surplus secara gabungan migas dan nonmigas selama 2025 adalah Amerika Serikat (US$ 18,11 miliar), India (US$ 13,49 miliar), dan Filipina (US$ 8,42 miliar).
Sedangkan tiga negara penyumbang defisit pada neraca perdagangan gabungan migas dan nonmigas selama 2025 adalah Tiongkok (US$ 20,50 miliar), Australia (US$ 5,63 miliar); dan Singapura (US$ 5,47 miliar).
Komoditas nonmigas penyumbang surplus untuk Januari-Desember 2025 adalah lemak dan minyak hewan nabati (US$ 34,06 miliar); bahan bakar mineral (US$ 28,01 miliar); besi dan baja (US$ 18,44 miliar); nikel dan barang daripadanya (US$ 9,63 miliar); serta alas kaki (US$ 6,66 miliar).(*/berbagai sumber/tim redaksi 09)
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 317 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 317 database, klik di sini
- Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah:





Dunia Industri Pionir Berita dan Komunitas Industri Indonesia


