Duniaindustri.com (September 2022) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi kepada Cargill Indonesia yang merealisasikan investasi sebesar Rp1,3 Triliun melalui PT Sorini Agro Asia Corporindo untuk membangun pabrik corn wet milling di Pasuruan, Jawa Timur. Pabrik ini akan memproduksi pati jagung dan pemanis untuk dapat memenuhi kebutuhan bahan baku pati jagung dan pemanis pada industri penggunanya.
“Pabrik corn wet milling Cargill mengadopsi aspek industri 4.0 dengan mengoptimalkan otomatisasi dalam keseluruhan proses mulai dari penggilingan hingga pengemasan produk yang menggunakan sistem robotik,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika di Jakarta, Senin (12/9).
Dirjen Industri Agro menyampaikan, investasi baru ini diyakini dapat mensubstitusi impor sekaligus meningkatkan ekspor pati jagung dan pemanis. “Saat ini dengan meningkatnya produksi dalam negeri, impor untuk pati jagung, sirop fruktosa dan sirop glukosa mulai tersubstitusi produk dalam negeri,” ungkapnya.
Kemenperin mencatat terjadinya tren penurunan impor komoditas tersebut. Pada tahun 2019, nilai impornya sebesar Rp2,99 triliun, kemudian turun menjadi Rp2,69 triliun di tahun 2020, dan turun kembali menjadi Rp1,56 triliun tahun 2021.
Putu mengemukakan, industri pati jagung dan pemanis merupakan bagian dari industri antara, yang memiliki keterkaitan yang luas mulai dari sektor pertanian hingga sektor industri hilir makanan dan minuman sebagai pengguna pati jagung dan pemanis.
“Produk pati jagung memiliki nilai tambah yang tinggi sebagai bahan baku pada industri bihun, pemanis seperti glukosa, fruktosa, sorbitol dan maltodekstrin. Selain itu pati jagung dapat digunakan sebagai bahan penolong pada industri biskuit, industri olahan daging maupun tekstil,” paparnya.
Industri pati jagung dan pemanis saat ini masih dihadapkan pada tantangan pemenuhan bahan baku jagung. Bahan baku jagung yang diterima oleh industri pengolah harus memiliki kadar aflatoksin di bawah 20 part per billion (ppb) dan kadar pati di atas 70%.
“Untuk memberikan kepastian pasokan jagung bagi industri dan mendukung tercapainya program subtitusi impor jagung, Kemenperin telah mengusulkan Neraca Komoditas Jagung pada tahun 2023. Dengan Neraca Komoditas, diharapkan adanya data ketersediaan dan kebutuhan bahan baku jagung secara transparan dan akuntabel,” imbuhnya.
Selain melalui Neraca Komoditas, Kemenperin juga berharap perusahaan dapat bermitra dengan petani jagung dalam rangka peningkatan produksi dan penyerapan bahan baku jagung yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.(*/berbagai sumber/tim redaksi 08/Safarudin/Indra)
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 256 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 256 database, klik di sini
- Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:
detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah: