Duniaindustri.com (Januari 2026) — Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan ( BI-Rate ) sebesar 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20-21 Januari 2026. Bersamaan dengan itu, suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility juga dijaga masing-masing sebesar 3,75% dan 5,5%.
“Keputusan saat ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini yaitu pada upaya stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global, guna mendukung sasaran inflasi 2026-2027, dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkap Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Januari 2026 secara virtual, kemarin.
Sebelumnya, BI telah cukup agresif memangkas BI-Rate sebanyak satu kali pada 2024 dan lima kali pada 2025. Total penurunan sejak puncaknya sebesar 6,25% adalah mencapai 150 bps. Pada RDG sebelumnya yaitu Desember 2025, BI juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4,75%.
Keputusan BI kali ini sejalan dengan prediksi sejumlah kalangan ekonom, seiring dengan masih berlangsungnya tren pelemahan nilai tukar rupiah belakangan ini.
Meskipun terdapat arus masuk modal portofolio pasca penurunan suku bunga AS, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menilai dominasi tekanan eksternal dari penguatan dolar dan sentimen risiko global membatasi ruang penyesuaian kebijakan suku bunga domestik.
“Mempertahankan suku bunga kebijakan pada level 4,75% akan membantu menjaga kecukupan diferensial suku bunga, memperkuat kepercayaan pasar, dan membatasi volatilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut,” demikian kata Riefky.(*/tim redaksi 09)
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 317 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 317 database, klik di sini
- Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah:





Dunia Industri Pionir Berita dan Komunitas Industri Indonesia


