Duniaindustri.com (Januari 2026) — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyambut baik keputusan pemerintah memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun hingga 31 Desember 2026. Kebijakan ini dinilai mampu menjaga momentum pertumbuhan sektor properti sekaligus menggerakkan industri manufaktur nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa perpanjangan insentif tersebut menjadi sinyal kuat keberpihakan pemerintah terhadap penguatan daya beli masyarakat dan sektor-sektor industri yang memiliki keterkaitan luas. “Kementerian Perindustrian menyambut baik dan memberikan apresiasi atas perpanjangan insentif PPN DTP hingga akhir 2026. Kebijakan ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan sektor properti yang punya keterkaitan erat dengan berbagai subsektor manufaktur,” ujar Agus di Jakarta, kemarin.
Insentif tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 90 Tahun 2025, yang memberikan pembebasan PPN hingga 100 persen dari bagian harga jual sampai Rp 2 miliar untuk rumah dengan harga maksimal Rp 5 miliar. Insentif berlaku untuk rumah baru yang siap huni dan diserahkan pertama kali oleh pengembang pada periode 1 Januari-31 Desember 2026.
Menurut Agus, kebijakan ini bukan hanya membantu masyarakat, tetapi juga menghidupkan kembali geliat sektor properti yang memiliki multiplier effect besar. “Insentif ini tidak hanya meringankan beban biaya bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama, tetapi juga menggeliatkan sektor properti nasional yang punya dampak luas terhadap perekonomian,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa sektor properti memiliki rantai pasok panjang yang melibatkan industri semen, keramik, kaca, logam dasar, furnitur, material bangunan, hingga alat listrik dan rumah tangga. Setiap stimulus pada sektor tersebut dipastikan memberi dorongan langsung pada peningkatan permintaan produk industri dalam negeri.
“Perpanjangan PPN DTP akan memacu aktivitas pembangunan dan transaksi properti, sehingga meningkatkan utilisasi kapasitas di berbagai industri pendukung. Ini juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja dan menjaga stabilitas produksi manufaktur,” tegas Agus.
Agus menambahkan, kepastian insentif hingga 2026 memberi ruang lebih luas bagi pelaku industri dalam menyusun perencanaan produksi dan investasi jangka menengah. Kebijakan ini juga dianggap strategis di tengah dinamika ekonomi global yang menuntut stimulus fiskal terukur dan tepat sasaran. “Sinergi antara Kemenkeu dan Kemenperin penting untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif. Insentif PPN DTP bukan hanya mendukung masyarakat memiliki hunian, tetapi juga memperkuat fondasi industri nasional secara menyeluruh,” tukasnya. (*/tim redaksi 09)
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 312 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 312 database, klik di sini
- Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah:





Dunia Industri Pionir Berita dan Komunitas Industri Indonesia


