Latest News
You are here: Home | Agroindustri | Lonjakan Harga Minyak Berisiko Pangkas Pertumbuhan Asia, Asean Paling Rentan
Lonjakan Harga Minyak Berisiko Pangkas Pertumbuhan Asia, Asean Paling Rentan

Lonjakan Harga Minyak Berisiko Pangkas Pertumbuhan Asia, Asean Paling Rentan

Duniaindustri.com (Maret 2026) — Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah berpotensi memicu gangguan pasokan minyak global dan menekan pertumbuhan ekonomi Asia. Analis Goldman Sachs memperingatkan, jika harga minyak Brent melonjak dari sekitar US$70 menjadi US$85 per barel, pertumbuhan kawasan Asia dapat terpangkas rata-rata 0,5 poin persentase.

Dalam laporan tertanggal Selasa (3/3), bank tersebut mensimulasikan skenario penghentian pengiriman minyak selama enam minggu melalui Selat Hormuz–jalur pelayaran vital bagi distribusi energi global. Gangguan tersebut dinilai dapat mengerek harga minyak dan menekan aktivitas ekonomi di berbagai negara Asia.

Menurut Goldman Sachs, kenaikan harga energi akan berdampak pada produk domestik bruto (PDB) riil melalui perlambatan aktivitas ekonomi. Singapura dan Taiwan disebut sebagai pasar yang paling sensitif terhadap lonjakan harga minyak.

Sementara itu, unit Fitch Solutions, BMI, menelaah 22 ekonomi di Asia-Pasifik dan juga memperkirakan pertumbuhan akan terdampak jika harga minyak naik, dengan efek yang berbeda-beda di tiap negara. Dalam laporan Senin, BMI menggunakan asumsi kenaikan 10% harga minyak Brent. Hasilnya, negara-negara pengimpor bersih di Asia Selatan dan Asia Tenggara diproyeksikan menerima tekanan pertumbuhan paling besar.

Di dalam Asean, Brunei berpotensi menjadi penerima manfaat utama. Ekonominya diperkirakan dapat tumbuh tambahan 0,3% hingga 0,6% dalam skenario lonjakan harga minyak, mengingat sekitar 40% PDB negara tersebut berasal dari pendapatan minyak dan gas. Untuk Malaysia, dampaknya dinilai ambigu. Kenaikan harga minyak mentah memang akan meningkatkan beban subsidi bahan bakar pemerintah, namun dividen Petronas dan pajak pendapatan migas disebut lebih dari cukup untuk mengompensasi tambahan beban tersebut.
BMI menilai dinamika di Indonesia serupa dengan Malaysia, meski kebocoran subsidi secara historis lebih besar sehingga berisiko menekan fiskal.

Adapun Singapore tetap merupakan pengimpor bersih energi meskipun berperan sebagai pusat penyulingan dan perdagangan minyak. Intensitas penggunaan minyak secara langsung memang relatif rendah, namun kenaikan harga tetap berpotensi diteruskan melalui sektor transportasi, utilitas, serta melemahnya permintaan regional–yang pada akhirnya menekan pertumbuhan secara moderat.

Di Vietnam, biaya transportasi dan listrik yang lebih tinggi dapat membebani sektor manufaktur serta konsumsi rumah tangga. Keterbatasan bantalan kebijakan dan mekanisme transmisi harga berpotensi memperlambat pertumbuhan dalam jangka pendek. Sementara itu, dampak terhadap Thailand diperparah oleh tingginya eksposur sektor transportasi dan petrokimia. Di Philippines, ketergantungan impor energi yang tinggi dapat menggerus pendapatan riil dan menekan pertumbuhan berbasis konsumsi.

BMI juga mengidentifikasi Myanmar, Cambodia, dan Laos sebagai negara paling rentan, dengan potensi kontraksi PDB 0,3% hingga 0,6%. Ketiga negara ini memiliki ketergantungan tinggi pada impor bahan bakar serta ruang kebijakan yang terbatas, sehingga guncangan harga minyak dapat cepat merambat ke biaya transportasi, listrik, dan distribusi pangan.

Prospek ke Depan
Dalam skenario kenaikan Brent ke US$85 per barel, Goldman Sachs menilai sejumlah negara mungkin akan menggunakan subsidi atau badan usaha milik negara untuk meredam dampak kenaikan harga minyak ke konsumen. Namun, langkah tersebut berisiko memindahkan beban ke neraca fiskal pemerintah dan berpotensi memperlebar defisit anggaran apabila harga tinggi bertahan lama.

Di tengah ketidakpastian yang tinggi, intensitas dan durasi gangguan terhadap produksi serta transportasi minyak menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah harga dan dampaknya terhadap ekonomi Asia. Meski demikian, Goldman Sachs tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan laba 2026 sebesar 31% untuk indeks MSCI AC Asia Pacific ex Japan. Bank tersebut menilai lonjakan risiko geopolitik umumnya berdampak negatif dalam jangka pendek, namun cenderung mereda seiring waktu.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 320 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 320 database, klik di sini
  • Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”

Atau simak video berikut ini:

Contoh testimoni hasil survei daerah:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top