Duniaindustri.com (Maret 2026) — Kilang-kilang Asia yang bergantung pada minyak mentah Timur Tengah terancam bakal segera memangkas produksi karena kesulitan memperoleh kargo pengganti dengan cepat. Perang AS dan Israel versus Iran membuat pelayaran di kawasan Teluk nyaris terhenti.
Pengiriman melalui Selat Hormuz antara Iran dan Oman, yang mengangkut sekitar seperlima konsumsi minyak dunia, hampir berhenti setelah sejumlah kapal di kawasan tersebut terkena serangan Iran. Gangguan ini memunculkan risiko bagi Asia, kawasan konsumen minyak terbesar di dunia, yang memasok 60% kebutuhannya dari produsen Timur Tengah.
Pasokan alternatif dapat berasal dari Brasil, Afrika Barat, dan AS, namun pengiriman biasanya memakan waktu lebih dari sebulan untuk tiba di Asia dan lonjakan tarif angkut membuat biaya semakin mahal, kata para trader.
Pasokan dari dalam kawasan juga terbatas karena produksi telah menurun dalam beberapa tahun terakhir. “Bagi kilang di Asia, tidak banyak alternatif yang layak yang cepat tersedia, sementara minyak dari Barat mungkin masuk akal hanya jika gangguan arus pasokan berlangsung lama, mengingat waktu pelayarannya yang panjang,” kata Samuel Kong, analis minyak senior di konsultan FGE NexantECA.
Penawaran minyak dari Brasil dan Afrika Barat terbatas karena pemasok enggan menghadapi tarif angkut tinggi dan ketidakjelasan arah pasar. Penawaran minyak ringan Brasil untuk pengiriman ke China langka dan premi melonjak menjadi USD13-14 per barel di atas ICE Brent, dibandingkan premi US$2-3 sebelum konflik, kata dua trader lainnya. Minyak Timur Tengah untuk pengiriman cepat ke China juga ditawarkan dengan premi serupa, jauh lebih tinggi dibanding sebelum perang.
Para treader menyebutkan, minyak mentah AS menjadi opsi lain karena peluang arbitrase ke Asia terbuka, meski pasokan terbatas. Tarif Very Large Crude Carrier ( VLCC ) untuk mengangkut 2 juta barel minyak dari Pantai Teluk AS ke China melonjak menjadi USD22,5 juta pada Selasa kemarin, naik 30% dibanding Jumat akhir pekan lalu.
Kilang terbesar kedua Jepang, Idemitsu Kosan, pada Senin lalu dikabarkan telah membeli 2 juta barel West Texas Intermediate dari SK Energy untuk pengiriman Juni. Namun Idemitsu dan SK Energy belum menanggapi kabar tersebut.
Indonesia menyatakan akan meningkatkan impor minyak mentah dari AS untuk menggantikan sebagian pasokan dari Timur Tengah, namun belum jelas apakah penggantian pemasok itu bakal bisa berjalan mulus.
Kilang India – yang paling terdampak gangguan pasokan Teluk – dikabarkan akan mempertimbangkan semua opsi, termasuk minyak Rusia jika disetujui New Delhi, apabila krisis berlanjut lebih dari 10-15 hari.
Di tangah ketidakpastian pasokan itu, kilang-kilang minyak di Asia dihadapkan pada risiko pemangkasan produksi. “Pemangkasan operasi akan diperlukan untuk mempertahankan tingkat pengolahan selama mungkin sebelum stok habis atau jika arus minyak dari Selat Hormuz kembali normal,” kata June Goh, analis senior di Sparta Commodities.
Biasanya, kilang dapat menurunkan tingkat pengolahan 20%-30% dari kapasitas terpasang, tambahnya.
Dua analis lain memperkirakan pemangkasan operasi 5%-20% bagi kilang Asia yang sangat bergantung pada pasokan Timur Tengah. Kilang China Zhejiang Petrochemical Corp dan Fujian Refining and Petrochemical Co telah mulai memangkas tingkat pengolahan.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09)
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 320 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 320 database, klik di sini
- Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah:





Dunia Industri Pionir Berita dan Komunitas Industri Indonesia


