Duniaindustri.com (Maret 2026) — Sejak awal 2026, regulator pasar modal Indonesia semakin agresif membongkar praktik manipulasi saham di BEI. Mulai dari skema goreng saham, penggunaan rekening nominee, manipulasi IPO, hingga pengaruh influencer di media sosial.
Sejauh ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencatatkan 32 kasus yang sedang dalam tahap pemeriksaan. Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan penyelidikan difokuskan pada potensi pelanggaran serius yang melibatkan berbagai pihak. Ia menegaskan tidak akan ragu menjatuhkan sanksi jika dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran oleh pihak manapun.
“Jika dalam proses pendalaman ditemukan adanya unsur pelanggaran, termasuk jika ada keterlibatan influencer, maka OJK akan berkomitmen menerapkan sanksi secara terukur kepada para pihak dimaksud,” tegas Hasan, kemarin.
Kasus terbaru adalah penggeledahan yang dilakukan OJK bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di kantor sekuritas PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia ( MASI ) di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta. Penyidik Kelompok Penyidik Sektor Jasa Keuangan, Daniel Bolly Hyronimus Tifaona, mengungkapkan penggeledahan tersebut menyangkut dugaan tindak pidana di bidang pasar modal.
“Berdasarkan hasil penyidikan kami terhadap PT yang bersangkutan, ini korporasinya masih terlibat. Jadi penyidikan yang sedang berjalan ini kita kuatkan dengan mencari bukti-bukti lain di PT MASI ,” kata Daniel di lokasi penggeledahan kantor PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan dengan dugaan manipulasi informasi fakta material karena tidak dilaporkannya pihak afiliasi penerima fixed allotment dalam IPO serta laporan penggunaan dana IPO yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kasus ini diduga melibatkan Sdr. ASS selaku beneficial owner PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS), Sdr. MWK selaku mantan Direktur Investment Banking PT MASI, serta korporasi PT MASI. Modus yang digunakan antara lain insider trading, manipulasi IPO, serta transaksi semu.
“Sekitar ada 2 miliar lembar saham dengan harga sekitar Rp7.000 sekian. Totalnya sekitar Rp14 triliun sampai Rp14,5 triliun dan saat ini sudah kami freeze untuk sementara,” ujar Bolly dalam konferensi pers.
PT Berkah Beton Sadaya Tbk melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 Maret 2021 dengan menawarkan 2 miliar saham pada harga Rp100 per saham, sehingga menghimpun dana IPO sekitar Rp200 miliar. Dalam proses tersebut, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia bertindak sebagai satu-satunya penjamin emisi. Tak lama setelah IPO, harga saham BEBS melonjak tajam hingga mendorong perusahaan melakukan aksi pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:5.
Pada titik tertinggi, harga saham BEBS sempat menyentuh Rp1.490 per saham setelah stock split atau setara Rp7.450 per saham sebelum pemecahan saham. Jika dihitung berdasarkan jumlah saham IPO dan harga puncak tersebut, potensi nilai transaksi diperkirakan mencapai sekitar Rp14,7 triliun setelah dikurangi modal awal IPO sebesar Rp200 miliar.
OJK meminta publik bersabar menunggu hasil akhir pemeriksaan. Otoritas menegaskan akan mengambil langkah tegas berupa sanksi dan denda sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di sektor jasa keuangan.
Berikut sejumlah kasus pasar modal yang diungkap OJK
1. Dugaan Manipulasi IPO dan Perdagangan Saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS)
- Modus: insider trading, manipulasi IPO, dan transaksi semu.
- Pihak terkait: beneficial owner BEBS berinisial ASS, mantan Direktur Investment Banking PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MWK), serta pihak sekuritas.
- Nilai dugaan keuntungan: sekitar Rp14,4-Rp14,5 triliun.
- Perkembangan: OJK dan Bareskrim menggeledah kantor sekuritas untuk pengembangan penyidikan dan membekukan sekitar 2 miliar saham BEBS.
2. Manipulasi Harga Saham oleh Influencer Pasar Modal (BVN)
- Modus: memberikan rekomendasi saham di media sosial sambil melakukan transaksi berlawanan menggunakan beberapa rekening efek (pump and dump).
- Saham terkait:
- PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS)
- PT MD Pictures / MD Entertainment Tbk (FILM)
- PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML)
- Sanksi: denda sekitar Rp5,35 miliar dari OJK.
3. Manipulasi Perdagangan Saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC)
- Pelaku: korporasi PT Dana Mitra Kencana serta individu berinisial MLN dan UPT.
- Modus: penggunaan banyak rekening efek nominee untuk menciptakan transaksi semu dan mengendalikan harga saham.
- Sanksi: denda total sekitar Rp5,7 miliar.
4. Manipulasi Saham PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT)
- Status: salah satu kasus yang sudah dilimpahkan ke kejaksaan oleh OJK.
- Konteks: bagian dari penegakan hukum atas praktik “goreng saham” di pasar modal.
5. Pelanggaran dalam Proses IPO Emiten (REAL dan PIPA)
- Kasus: pelanggaran prosedur penjatahan saham dalam IPO.
- Sanksi: izin penjamin emisi UOB Kay Hian Sekuritas dibekukan selama satu tahun serta dikenai denda administratif.
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:
Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor AI (data scarapping multi platform)
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 320 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di siniDatabase Riset Data Spesifik Lainnya:
- Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 320 database, klik di sini
- Butuh 28 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
- Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
- Butuh 20 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
- Butuh 21 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
- Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
- Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
- Butuh 9 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
- Butuh 7 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
- Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
- Butuh copywriter specialist, klik di sini
- Butuh content provider (online branding), klik di sini
- Butuh market report dan market research, klik di sini
- Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
- Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini
Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik
Portofolio lainnya:

Buku “Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri”
Atau simak video berikut ini:
Contoh testimoni hasil survei daerah:





Dunia Industri Pionir Berita dan Komunitas Industri Indonesia


