Latest News
You are here: Home | Download | Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar)
<span itemprop="name">Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar)</span>

Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar)

Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar) ini dirilis pada minggu pertama Februari 2018 menampilkan data komprehensif, tren perkembangan, infografis menarik, terkait industri perikanan dan hasil laut (rumput laut, ikan surimi, udang, tuna tongkol cakalang, kepiting & rajungan, cumi & gurita). Diperkuat dengan tren produksi, sebaran lokasi, serta nama produsen, data komprehensif ini diharapkan dapat memperkaya database persaingan pasar guna menentukan arah strategi bisnis ke depan.

Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar) ini dimulai dengan paparan data makro ekonomi Indonesia, inflasi, dan nilai tukar rupiah (halaman 2-4). Dengan dukungan jumlah penduduk yang besar, pasar industri perikanan dan hasil laut cukup prospektif dan atraktif baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor.

Pada halaman 5, ditampilkan tabel tren perkembangan konsumsi ikan per kilogram per kapita per tahun periode 2012-2017, yang diperkuat dengan data tren kebutuhan ikan secara nasional pada periode yang sama. Metode perhitungan data tren tersebut dipaparkan pada halaman 6-7.

Data tren tersebut dijelaskan lebih detail pada halaman 8, tren data konsumsi ikan per kapita dibedakan per provinsi sehingga memberikan gambaran lebih jelas perkembangan demand di masyarakat. Dilanjutkan pada halaman 9, tren ekspor hasil perikanan secara nasional periode 2015-2017 dan proyeksi 2018-2019, mencakup 474 produk HS 10 digit. Data tren ekspor tersebut kemudian dikomparasi dengan kinerja ekspor sejumlah negara yakni China, Vietnam, Filipina, Singapura, pada halaman 10.

Pada halaman 11, ditampilkan data potensi sumber daya ikan di Indonesia pada periode 1997, 1999, 2001 hingga 2017. Pada halaman 12, disajikan tabel tren pertumbuhan produksi perikanan, mencakup perikanan tangkap dan perikanan budidaya periode 2011-2016.

Pada halaman 13-15, dipaparkan data neraca ekspor-impor hasil perikanan pada periode 2012-2017, komparasi neraca ekspor-impor perikanan dengan negara lain, serta tren ekspor perikanan di sejumlah provinsi pelabuhan muat yang merupakan basis industri perikanan. Selain itu, ditampilkan tren harga ikan ditarik dari data ekspor. Pada halaman 16, ditampilkan tren komoditas perikanan yang menjadi primadona ekspor. Pada periode 2012-2017, cumi sotong gurita menjadi primadona. Sedangkan pada 2016-2017, giliran rajungan kepiting menjadi primadona dengan pertumbuhan tertinggi.

Tren pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) perikanan periode 2014-2017 dipaparkan dalam tabel pada halaman 17, 18, dan 19, disertai tren luas kawasan konversi laut. Disusul kemudian, pada halaman 20-24 ditampilkan tabel tujuan utama ekspor perikanan Indonesia dengan tren pertumbuhannya. Juga, dibahas impor produk perikanan dan jenis yang mendominasi, antara lain impor Salmon-Trout untuk memenuhi kebutuhan hotel restoran cafe (horeka-pasmod).

Masuk ke pembahasan selanjutnya, tren investasi di industri perikanan ditampilkan dalam tabel pie chart yang menarik pada halaman 24, disusul tren yang terjadi pada 2016-2017, asal negara investasi, dan provinsi tujuan investasi. Pembahasan terkait investasi itu dijabarkan pada halaman 25-26.

Pada halaman 27, ditampilkan grafis peta lokasi sebaran unit pengolahan ikan. Dilanjutkan dengan tabel pie chart komposisi unit pengolahan ikan berdasarkan jenisnya, mencakup tuna tongkol cakalang, udang, rajungan, rumput laut, dan lainnya pada halaman 28-29. Pada halaman 30-47, disajikan data mengenai tren nilai tukar rata-rata nelayan per tahun, perkembangan izin pemasukan hasil perikanan, tren pembiayaan usaha kelautan dan perikanan, realisasi program prioritas perikanan dan kelautan, dan rencana zonasi wilayah pesisir dan pulai-pulau kecil. Tidak hanya itu, nilai dan volume ekspor bahan baku budidaya serta bahan baku tangkap juga dipaparkan periode 2015-2017.

Masuk ke pembahasan lainnya, pada halaman 48-49 ditampilkan data kapasitas produksi industri pengalengan ikan, meliputi ikan beku, ikan fillet, udang beku, olahan ikan, tuna/cakalang kaleng, sardin kaleng, serta mackerel kaleng periode 2014-2016. Dilanjutkan proyeksi tren pertumbuhan produksi industri pengalengan ikan periode 2017-2019 pada halaman 50.

Sebaran industri pengolahan ikan dan udang serta nama perusahaan (skala besar) ditampilkan pada halaman 51-52. Data tersebut diperkuat dengan perkembangan volume ekspor dan impor industri pengolahan ikan (halaman 53), serta perkembangan ekspor impor surimi periode 2014-2017 (halaman 54).

Industri surimi merupakan lumatan daging ikan yang menjadi bahan baku industri pengolahan nilai tambah seperti bakso, nugget, otak-otak, pempek, dimsum, kerupuk ikan, tempura, dan lainnya. Profil lengkap industri surimi ditampilkan pada halaman 55. Sementara profil industri pengolahan ikal, meliputi jumlah perusahaan, kapasitas terpasang, produksi riil, jumlah tenaga kerja, total investasi ditampilkan pada halaman 56-57.

Beralih ke pembahasan selanjutnya, pada halaman 58-67 ditampilkan ulasan mendalam terkait industri rumput laut. Ulasan industri rumput laut mencakup peta potensi areal budidaya rumput laut per daerah, pohon industri pengolahan rumput laut, direktori nama perusahaan (35 perusahaan) produsen produk olahan rumput laut, lengkap dengan kapasitas produksi dan kebutuhan bahan baku, tren ekspor-impor rumput laut, sebaran lokasi perusahaan produsen olahan rumput laut, tantangan utama, dan kebijakan pendukungnya. Pada halaman 68-69, terdapat ulasan terkait peluang pasar industri cangkang kapsul berbasis karaginan (olahan rumput laut).

Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar) sebanyak 70 halaman dan berukuran 5 MB ini berasal dari kompilasi data BPS, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, BKPM, UN Comtrade, dan lainnya. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Terdapat dua metode untuk membeli data ini, yakni metode online (tinggal klik tombol beli di bagian bawah website) atau via bank transfer. Jika Anda kesulitan atau butuh info lebih lanjut, hubungi Duniaindustri.com (Desainbagus Group):

andryanto-suwismo

Executive Duniaindustri.com
Email: andry.dry@gmail.com
WA: 081296668812
HP: 081296668812

Suci Widyaningsih
Corporate Secretary Duniaindustri.com
Email: uchy@desainbagus.com
Phone : 021-7544833
HP: +62 87780767262

Kantor:
MAIN OFFICE
Ruko Griya Cinere 2 Blok 49 No 29 Jalan Cinere Raya, Jakarta Selatan (Desain Bagus Graha)
No Telpon : 021-7544833

Jika Anda kesulitan atau butuh info lebih lanjut, hubungi desainbagus.com, Jln Mandar XII Blok DD2 No 69, Bintaro Sektor 3A, Tangerang, Phone: 021-7358329. Atau jika Anda tidak menemukan data yang dicari, silakan klik detektif industri untuk pencarian spesifik (request data), Indeks Data Industri untuk melihat database secara keseluruhan, Datapedia Marketplace untuk jual-beli data, di bagian atas website ini.

English-Version

Comprehensive Data of Fishery and Marine Industry 2012-2017 (Fish & Market Consumption Trends)

Comprehensive Data on Fisheries and Marine Products 2012-2017 (Fish and Market Consumption Trends) was released in the first week of February 2018 featuring comprehensive data, development trends, interesting infographics, fishery and marine industry (seaweed, surimi fish, shrimp, skipjack tuna, crab & crab, squid & octopus). Reinforced by production trends, location distribution, and manufacturer names, this comprehensive data is expected to enrich the market competition database to determine the direction of future business strategy.

Comprehensive Data of Fishery and Marine Industry 2012-2017 (Fish Consumption Trends & Market Opportunities) begins with exposure to Indonesia’s macroeconomic data, inflation, and rupiah exchange rate (page 2-4). With the support of large population, the market of fishery and marine industry is quite prospective and attractive for both domestic and export consumption.

On page 5, a table of trends in the growth of fish consumption per kilogram per capita per year for the period 2012-2017, which is reinforced by national trend data of fish demand in the same period. The method of calculating trend data is presented on pages 6-7.

The trend data is explained in more detail on page 8, the per capita advertising consumption data trends are distinguished per province to provide a clearer picture of the development of demand in the community. Continued on page 9, national fishery export trends for the 2015-2017 period and 2018-2019 projections, covering 474 10-digit HS products. The data on export trends is then comparable with the export performance of countries such as China, Vietnam, Philippines, Singapore, on page 10.

On page 11, the data of potential fish resources in Indonesia in 1997, 1999, 2001 to 2017. On page 12 shows the growth trends of fishery production growth, including catch fisheries and aquaculture fishery period 2011-2016.

On page 13-15, data on export-import balance of fishery products is presented in the period 2012-2017, comparative balance of fishery export-import with other countries, and fishery export trend in a number of fishing port provinces which is the basis of fishery industry. In addition, the price trend of fish is drawn from export data. On page 16, fishery commodity trends are shown to be excellent exports. In the period 2012-2017, squid octopus squid to be excellent. While in 2016-2017, crab shrimp turn to be excellent with the highest growth.

Growth trends in gross domestic product (GDP) of fishery period 2014-2017 are presented in the table on pages 17, 18, and 19, along with broad trends of marine conversion areas. Followed then, on page 20-24 displayed the main destination table of Indonesian fishery exports with growth trend. Also, discussed imports of fishery products and types that dominate, including the import of Salmon-Trout to meet the needs of the hotel restaurant cafe (horeka-pasmod).

Going into the next discussion, investment trends in the fishing industry are featured in an interesting pie chart table on page 24, followed by trends occurring in 2016-2017, origin countries of investment, and investment destination provinces. The investment related discussion is outlined on pages 25-26.

On page 27, a graphical map of the distribution location of the fish processing unit is shown. Followed by pie chart table of fish processing unit composition by type, including skipjack tuna, shrimp, crab, seaweed, and others on page 28-29. On pages 30-47, data on the average exchange rate of fishermen per year, the development of fishery product entry permit, marine and fishery business financing trend, the realization of fishery and marine priority programs, and zoning plan of coastal areas and small islands. Not only that, the value and volume of exports of raw materials of cultivation as well as capture raw materials are also presented period 2015-2017.

Another entry into the discussion, on page 48-49, shows the production capacity of fish canning industry, including frozen fish, fillet fish, frozen shrimp, processed fish, tuna / tuna cans, canned sardines, and canned mackerel from 2014-2016. Projected growth trend of fish canning production industry period 2017-2019 on page 50.

Distribution of fish and shrimp processing industry and company name (large scale) is shown on pages 51-52. The data is reinforced by the growth of export and import volume of the fish processing industry (page 53), as well as the development of surimi import exports for the period 2014-2017 (page 54).

Surimi industry is a fish meat fillet which become raw materials of value-added processing industries such as meatballs, nuggets, pempek, dimsum, fish crackers, tempura, and others. The complete profile of the surimi industry is shown on page 55. While the curling industry profile, including the number of firms, installed capacity, real production, total labor, total investment is shown on pages 56-57.

Turning to the next discussion, on pages 58-67 shows an in-depth review of the seaweed industry. Seaweed industry reviews cover potential map of seaweed cultivation area per area, seaweed processing industry tree, company name directory (35 companies) producers of seaweed processing products, complete with production capacity and raw material requirements, seaweed import-export trend, location of seaweed processing companies, main challenges, and supporting policies. On pages 68-69, there are reviews of market opportunities for the carrageenan-based capsule shell industry (processed seaweed).

Comprehensive Data of Fishery and Marine Industry (2012) Consumer Trend of 70-20 pages and 5 MB size is derived from data compilation of BPS, Ministry of Marine Affairs and Fisheries, Ministry of Industry, BKPM, UN Comtrade, and others. Industry data index is the latest feature in duniaindustri.com which displays dozens of data options according to the needs of users. All data is presented in pdf format so that it is easy to download after users perform process according to procedure, ie click purchase (purchase), click checkout, and fill form. Duniaindustri.com prioritizes the validity and validity of the data sources presented. Thank you for your trust to Duniaindustri.com. (*)

Scroll To Top